INDOZONE.ID - Pernah dengar nama Goldman Sachs disebut saat membahas krisis ekonomi, saham, atau perusahaan besar dunia?
Buat banyak orang, nama ini terdengar seperti bank, padahal perannya jauh lebih luas dari sekadar tempat menyimpan uang.
Lalu, sebenarnya apa itu Goldman Sachs dan kenapa namanya begitu berpengaruh di dunia keuangan? Berikut penjelasannya lengkap dengan perannya.
Apa Itu Goldman Sachs?
Kalau bank biasa melayani nasabah perorangan untuk menabung, transfer, atau pinjam uang, Goldman Sachs fokus pada layanan keuangan untuk perusahaan besar, investor kelas kakap, hingga pemerintah.
Mereka membantu perusahaan mencari pendanaan, menjual saham ke publik lewat IPO, hingga memberi nasihat soal strategi bisnis.
Jadi, kalau ada perusahaan teknologi besar ingin melantai di bursa, Goldman Sachs bisa menjadi salah satu pihak di balik layar yang mengurus prosesnya
Peran Goldman Sachs
Goldman Sachs punya peran besar dalam banyak aspek pasar keuangan global.
Perusahaan ini memiliki beberapa lini bisnis utama, mulai dari investment banking, global markets, asset management, hingga consumer & wealth management.
Sebagai bank investasi, Goldman Sachs kerap berada di balik transaksi besar dunia seperti merger dan akuisisi antarperusahaan raksasa.
Baca juga: Pahami Strategi Analisis Tren dan Apa Itu All Time Low bagi Trader Pemula
Mereka juga dikenal sebagai penasihat keuangan bagi banyak korporasi besar, termasuk perusahaan teknologi ternama seperti Apple dan Amazon.
Di pasar global, Goldman Sachs berperan menyediakan likuiditas, membantu klien mengelola risiko, hingga menciptakan berbagai inovasi produk keuangan.
Berkat jaringan internasional yang luas dan reputasinya yang kuat, Goldman Sachs sering dianggap sebagai salah satu pihak yang ikut membentuk arah pasar modal dunia.
Riset Mereka Bisa Menggerakkan Pasar
Goldman Sachs punya tim analis yang rutin mengeluarkan laporan ekonomi, prediksi pasar, dan rekomendasi saham. Laporan mereka sering jadi acuan investor di seluruh dunia.
Baca juga: Mengenal Growth Funding, Cara Investasi Jangka Panjang yang Potensial
Misalnya ketika Goldman Sachs menaikkan atau menurunkan rating suatu saham atau memprediksi harga komoditas seperti emas dan minyak, pasar bisa langsung bereaksi.
Karena investor besar sering menjadikan laporan itu sebagai referensi.
Dampaknya Bisa Sampai ke Indonesia
Meski berbasis di Amerika Serikat, keputusan Goldman Sachs bisa berpengaruh ke pasar Indonesia. Misalnya jika mereka menilai pasar negara berkembang kurang menarik, investor asing bisa menarik dana dari Indonesia. Akibatnya, indeks seperti IHSG bisa turun dan rupiah melemah.
Sebaliknya, jika mereka optimistis terhadap Asia atau Indonesia, aliran dana asing bisa masuk dan pasar saham ikut menguat. Selain itu, rekomendasi mereka terhadap harga komoditas juga bisa berdampak ke saham-saham sektor tambang dan energi di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Weforum.org, Ebsco