Kamis, 12 MARET 2026 • 17:00 WIB

Apa Itu Corporate Action? Ini Pengertian, Jenis, dan Contohnya yang Wajib Investor Tahu!

Author

ilustrasi melakukan cooprate action (freepik)

INDOZONE.ID - Dalam dunia investasi saham, ada berbagai keputusan perusahaan yang bisa memengaruhi pergerakan harga saham di pasar. 

Salah satunya adalah corporate action, istilah yang cukup sering muncul namun belum tentu dipahami semua investor.

Padahal, langkah ini bisa memberikan dampak langsung bagi pemegang saham, baik dalam bentuk keuntungan maupun perubahan struktur saham. 

Nah, agar kamu lebih paham tentang corporate action, berikut beberapa infomarsi lengkapnya: 

Pengertian Corporate Action

Corporate action adalah tindakan atau keputusan penting yang dilakukan perusahaan terbuka yang sahamnya sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini biasanya diambil untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Corporate action bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, tergantung pada kebutuhan dan strategi bisnis perusahaan.

Dalam praktiknya, perusahaan bahkan bisa melakukan lebih dari satu aksi korporasi dalam waktu yang bersamaan.

Jenis Coorporate Action 

Secara umum, corporate action dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan dampaknya terhadap perusahaan.

Pertama adalah aksi yang berkaitan dengan jumlah saham yang beredar, seperti stock split, saham bonus, buyback saham, dan right issue.

Baca juga: Mengenal Stock Split dalam Saham: Pengertian dan Dampaknya bagi Investor

Kedua adalah aksi yang berkaitan dengan perubahan struktur perusahaan, misalnya merger, akuisisi, spin off, atau tender offer.

Selain itu, corporate action juga bisa dibedakan berdasarkan sifatnya, yaitu mandatory corporate action dan voluntary corporate action.

Contoh Corporate Action yang Umum Dilakukan Perusahaan

Adapun beberapa contoh yang bisa dilakukan dalam perusahaan : 

1. Initial Public Offering (IPO)

Initial Public Offering atau IPO adalah proses ketika perusahaan menawarkan sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kali setelah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Melalui langkah ini, perusahaan dapat memperoleh tambahan modal dari investor publik.

2. Pembagian Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham setelah laporan keuangan tahunan dirilis.

Dividen biasanya diberikan dalam bentuk uang tunai atau tambahan saham.

3. Stock Split

Stock split adalah aksi perusahaan memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil agar harga saham lebih terjangkau bagi investor.

Meski jumlah saham bertambah, nilai total kepemilikan investor tidak berubah.

4. Reverse Stock Split

Reverse stock split merupakan kebalikan dari stock split, yaitu penggabungan beberapa lembar saham menjadi satu. 

Tujuannya untuk menaikkan harga saham ketika nilainya terlalu rendah di pasar.

5. Saham Bonus

Saham bonus adalah saham tambahan yang diberikan perusahaan secara gratis kepada pemegang saham. 

Pembagiannya biasanya disesuaikan dengan jumlah saham yang dimiliki investor.

6. Right Issue

Right issue merupakan aksi korporasi ketika perusahaan menerbitkan saham baru untuk menambah modal.

Baca juga: Apa Itu Investasi Komoditas? Ini Keuntungan dan Jenisnya yang Kamu Harus Tahu!

Saham tersebut biasanya ditawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham lama melalui HMETD.

7. Merger dan Akuisisi

Merger adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi satu entitas baru.

Sementara akuisisi terjadi ketika sebuah perusahaan mengambil alih kepemilikan perusahaan lain dengan membeli sebagian besar sahamnya.

8. Buyback Saham

Buyback saham adalah tindakan perusahaan membeli kembali sahamnya yang sudah beredar di pasar.

Langkah ini biasanya dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham.

9. Tender Offer

Tender offer adalah penawaran dari suatu perusahaan untuk membeli saham perusahaan lain dalam jumlah tertentu.

Tujuannya biasanya untuk memperoleh kendali atau kepemilikan yang lebih besar di perusahaan target.

Dengan memahami berbagai jenis corporate action, investor dapat lebih bijak dalam membaca strategi perusahaan sekaligus menentukan keputusan investasi yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cambridge University

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU