Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 20:51 WIB

Investasi Karbon Bidik Pasar Timur Tengah, Indonesia Bisa Cuan hingga USD100 Miliar

Author

Kerja sama besar baru saja diumumkan antara EDENA Group dengan CEDARE, organisasi antarpemerintah mitra resmi PBB
INDOZONE.ID - Kerja sama besar baru saja diumumkan antara EDENA Group dengan CEDARE, organisasi antarpemerintah mitra resmi PBB, untuk mengembangkan pasar karbon di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).

Kolaborasi ini tidak hanya mendapatkan posisi strategis di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), tetapi juga membuka akses langsung ke potensi pasar karbon di Indonesia bernilai lebih dari USD100 miliar.

Kerja sama besar ini tentunya menyita perhatian pasar ekonomi dunia. Dampaknya ke Indonesia pun cukup baik dan berikut adalah 5 fakta menarik yang perlu kamu tahu di balik kolaborasi tersebut ini.

Baca juga: Gokil! 20 Juta Anak Muda Indonesia Main Crypto, Siap Jadi Pemain Utama Dunia

1. Didukung Organisasi Mitra Resmi PBB

CEDARE bukan lembaga biasa. Organisasi ini sudah menjadi mitra resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1992 dan mewakili 22 negara Arab serta Uni Eropa. Dengan dukungan ini, kredibilitas EDENA di mata regulator internasional otomatis semakin kuat.

2. Pasar Karbon Senilai USD100 Miliar Terbuka Lebar

Kerja sama ini memberikan akses langsung ke pasar karbon di 22 negara Arab. Nilai gabungan peluangnya diperkirakan menembus lebih dari USD100 miliar, menjadikan EDENA salah satu pemain kunci dalam perdagangan karbon global.

3. Kolaborasi dengan Konglomerat Kuat Mesir

EDENA Egypt, anak usaha EDENA Group, menggandeng BEK Group yang dipimpin mantan Perdana Menteri Mesir, Ibrahim Mahlab. BEK sudah beroperasi sejak 1949 dan punya jaringan di lebih dari 70 negara. Dukungan ini membuat EDENA mendapat akses langsung ke lingkaran pemerintahan dan finansial Timur Tengah.

Baca juga: Cepat Cuan, Sederet Alasan Gen Z Makin Tertarik ke Crypto

4. Menghubungkan ASEAN–MENA dengan 2,6 Miliar Penduduk

CEO EDENA Group, Wook Lee, menegaskan kerja sama ini menjadi jembatan antara ASEAN dan MENA, dua koridor pasar berkembang dengan total populasi 2,6 miliar orang. Indonesia bisa menjual kredit karbonnya ke Timur Tengah, sementara investor lokal juga bisa mengakses real estat tertokenisasi dari Mesir.

“Kami kini menjembatani dua koridor pasar berkembang paling strategis ASEAN dan MENA mencakup 2,6 miliar orang di lebih dari 70 negara," ujarnya dalam sebuah wawancara.

5. Timeline Peluncuran Sudah Disiapkan

Menurut Direktur PT Edena Capital Nusantara, Yayang Ruzaldy, platform perdagangan karbon lintas batas akan mulai beroperasi di Indonesia pada Q4 2025, disusul Mesir pada Q1 2026. Artinya, tak lama lagi peluang investasi lintas batas akan benar-benar terbuka 24/7 antara Jakarta dan Kairo.

“Ini merepresentasikan kerja sama Selatan-Selatan terbaik dan pasar berkembang terhubung langsung tanpa perantara Barat," tambah Yayang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU