ilustrasi menghitung price to Earning Ratio (freepik)
INDOZONE.ID - Mungkin kamu merasakan, saat mulai belajar investasi saham, banyak istilah yang terdengar rumit dan bikin bingung.
Salah satunya adalah Price to Earning Ratio atau PER, yang sering disebut-sebut sebagai indikator penting sebelum membeli saham.
Padahal, memahami PER sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan tahu cara menghitung dan membacanya, kamu bisa lebih percaya diri dan tidak asal ikut tren saat berinvestasi.
Jadi, apa sebenarnya Price to Earning Ratio itu dan bagaimana cara menghitungnya dengan benar? berikut informasi lengkapnya:
Price to earning ratio (PER) adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan laba per saham (earnings per share/EPS). Rasio ini menunjukkan berapa kali lipat harga saham yang bersedia dibayar investor untuk setiap satu rupiah laba perusahaan.
Dengan kata lain, PER menggambarkan seberapa mahal atau murah suatu saham berdasarkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.
Semakin tinggi PER, semakin besar harapan pasar terhadap pertumbuhan laba perusahaan di masa depan. Sebaliknya, PER yang rendah bisa menandakan saham relatif murah atau pasar kurang optimis terhadap kinerjanya.
Price to earning ratio juga sering digunakan sebagai alat awal untuk menyaring saham sebelum dilakukan analisis fundamental yang lebih mendalam.
Bagi pemula, Price to Earning Ratio (PER) punya banyak manfaat sebagai langkah awal memahami investasi saham.
PER membantu menilai apakah sebuah saham terlihat mahal atau murah berdasarkan laba yang dihasilkan perusahaan, sehingga kamu tidak hanya terpaku pada harga per lembarnya saja.
Baca juga: 10 Tips Investasi Emas yang Aman, Cocok untuk Pemula
Rasio ini juga bisa menjadi filter awal untuk menyaring saham sebelum melakukan analisis yang lebih mendalam. Selain itu, PER memudahkan perbandingan antarperusahaan dalam sektor yang sama, agar kamu bisa melihat mana yang valuasinya lebih masuk akal.
Dengan memahami PER, pemula juga bisa mengurangi keputusan impulsif karena terbiasa melihat data, bukan sekadar mengikuti tren
Rumus Price to Earning Ratio (PER) sebenarnya cukup sederhana, yaitu harga saham dibagi laba per saham atau EPS (Earnings per Share).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sahabat Pengadaian