Sabtu, 27 JUNI 2026 • 20:56 WIB

Tips Atur Dana Liburan dan Biaya Sekolah

Author

Ilustrasi libur sekolah. (Dok. Ancol)

INDOZONE.ID - Mengatur keuangan saat liburan sekolah berbarengan dengan tahun ajaran baru menjadi tantangan bagi banyak keluarga.

Dalam periode ini, pengeluaran biasanya meningkat karena kebutuhan rekreasi sekaligus biaya pendidikan.

Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat lebih berhati-hati, memahami pilihan pembiayaan dan mengelola pengeluaran secara bijak menjadi langkah yang penting.

Pertengahan tahun memang hampir selalu identik dengan dompet yang lebih cepat menipis.

Setelah menyiapkan anggaran untuk liburan, orang tua juga harus bersiap membayar uang pangkal, membeli seragam, perlengkapan sekolah, hingga berbagai kebutuhan belajar lainnya.

Buat banyak keluarga muda, momen ini sering menjadi ujian dalam mengatur arus kas.

Sebagian masyarakat memilih memanfaatkan layanan pembiayaan digital sebagai solusi jangka pendek.

Namun, keputusan tersebut sebaiknya diambil setelah memahami seluruh biaya yang akan dibayar, bukan sekadar melihat bunga pinjamannya.

Jangan Terpaku pada Bunga Pinjaman

Masih banyak orang yang hanya membandingkan besaran bunga saat memilih pinjaman. Padahal, biaya administrasi dan biaya tambahan lain juga memengaruhi total kewajiban pembayaran.

Tren ini muncul seiring meningkatnya literasi keuangan masyarakat Indonesia. Pengguna kini mulai mencari layanan yang memberikan rincian biaya secara terbuka sejak awal agar tidak muncul tagihan yang mengejutkan di kemudian hari.

Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara, Jonathan Christianto, mengatakan transparansi menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan finansial.

“Pengguna perlu memahami komponen biaya, tenor, hingga rincian pembayaran agar dapat menyesuaikan keputusan finansial dengan kemampuan mereka,” paparnya.

Salah satu layanan keuangan digital, yang bisa dimanfaatkan adalah SPinjam, yang tersedia melalui aplikasi Shopee dan ShopeePay. Pengguna dapat mengajukan pinjaman secara online setelah melakukan aktivasi dan proses verifikasi identitas.

Sebagai contoh, SPinjam mengusung kampanye "JELAS TANPA JEBAKAN" dengan menampilkan rincian biaya kepada pengguna sejak awal.

Untuk pinjaman pertama, layanan ini menawarkan bunga tetap mulai 1,8 persen per bulan atau setara 0,06 persen per hari tanpa biaya administrasi.

Simulasi yang diberikan juga cukup jelas. Pinjaman Rp1,5 juta dengan tenor tiga bulan memiliki cicilan sekitar Rp527 ribu per bulan. Jika memilih tenor enam bulan, cicilannya sekitar Rp277 ribu per bulan.

Informasi seperti ini dapat membantu calon peminjam menghitung kemampuan membayar sebelum mengambil keputusan.

Ajukan Pinjaman dengan Bijak

Proses pengajuan dilakukan langsung melalui aplikasi. Pengguna perlu mengunggah KTP, melengkapi data diri, menjalani verifikasi wajah, lalu memasukkan kode OTP untuk melanjutkan proses.

Menurut perusahaan, proses verifikasi rata-rata selesai dalam sekitar lima menit, meski durasinya bisa berbeda tergantung profil kredit masing-masing pengguna. Jika disetujui, limit pinjaman akan langsung muncul di halaman SPinjam.

Meski akses pembiayaan kini semakin mudah, keputusan berutang tetap perlu dipertimbangkan dengan matang.

Idealnya, pinjaman digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan cicilan disesuaikan dengan kemampuan keuangan agar tidak menjadi beban di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU