Selasa, 29 JULI 2025 • 13:43 WIB

BRI Dorong UMKM Bakso di Bojonegoro Naik Kelas: Dari Gerobak Pinggir Jalan ke Transaksi Digital

Author

UMKM Bakso di Bojonegoro (Lizza/Z Creators)

INDOZONE.ID - Di tengah geliat ekonomi lokal pascapandemi, pelaku usaha bakso di Bojonegoro menunjukkan ketangguhan luar biasa. Tak sedikit dari mereka yang dulunya hanya berjualan keliling dengan gerobak dorong, kini mulai naik kelas menjadi pemilik kedai tetap, bahkan merambah ke ranah digital. Transformasi ini tidak lepas dari peran Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang aktif mendampingi dan membiayai UMKM kuliner, termasuk usaha bakso, melalui berbagai program unggulan.

Salah satu contoh nyata adalah Bakso Brongkalan milik Yeni, seorang ibu rumah tangga yang memulai usahanya dari dapur kecil di Desa Trucuk. Dengan modal awal seadanya, ia hanya mampu memproduksi 30 porsi bakso per hari. Namun, setelah mendapat pinjaman dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI senilai Rp15 juta, usahanya mulai berkembang pesat.

“Pinjaman itu saya gunakan untuk membeli alat giling daging, panci besar, dan tambahan etalase. Sekarang saya bisa produksi lebih dari 100 porsi per hari, bahkan menerima pesanan untuk acara hajatan,” ungkap Yeni, yang kini juga mulai menjual baksonya secara daring melalui platform lokal.

Pembiayaan Mudah dan Terjangkau

KUR dari BRI menjadi pintu masuk utama bagi banyak UMKM untuk mengakses pembiayaan dengan bunga rendah. Untuk pelaku usaha mikro seperti penjual bakso, BRI menyediakan plafon pinjaman hingga Rp50 juta dengan bunga hanya 6% per tahun. Prosesnya pun kini semakin mudah berkat aplikasi digital BRISpot dan layanan AgenBRILink yang tersebar hingga pelosok desa.

Menurut Sunarso, Direktur Utama BRI, pembiayaan kepada UMKM menjadi prioritas utama bank milik negara ini. “Kami percaya UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat, terutama sektor kuliner seperti bakso yang menjadi favorit masyarakat di semua kalangan. Maka kami hadir dengan layanan pembiayaan, pendampingan, hingga digitalisasi,” ujarnya dalam wawancara daring beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bobby Nasution Bikin Inovasi Pajak, Bayar Bisa Cicil dan Lewat QRIS

Digitalisasi Usaha Bakso

Bakso Balungan bisa transaksi digital (Lizza/Z Creators)

Tak hanya pembiayaan, BRI juga mendorong pelaku UMKM untuk go digital. Sejumlah warung bakso di Bojonegoro kini telah menggunakan QRIS BRI sebagai metode pembayaran. Salah satunya adalah Bakso Balungan di Jalan Serma Maun, yang telah memanfaatkan QRIS untuk memudahkan pelanggan melakukan pembayaran tanpa uang tunai.

“Pakai QRIS BRI itu sangat praktis. Gak perlu ribet nyari kembalian. Sekarang hampir separuh pelanggan bayar pakai scan QR,” ujar Wahid, pemilik warung.

Selain QRIS, pelaku UMKM juga dikenalkan pada aplikasi BRImo untuk memantau transaksi, membayar tagihan, dan melakukan pembukuan sederhana secara mandiri. Edukasi ini biasanya diberikan lewat pelatihan yang diadakan oleh BRI Cabang Bojonegoro bekerja sama dengan komunitas pelaku UMKM lokal seperti Wakulbo (Wisata Kuliner Bojonegoro).

Pendampingan dan Edukasi

BRI juga aktif menggandeng perguruan tinggi dan lembaga pelatihan dalam mendampingi pelaku UMKM. Pada pertengahan 2024 lalu, Universitas Bojonegoro menyelenggarakan sosialisasi pengajuan KUR di Desa Trucuk. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi menyeluruh kepada pelaku usaha kuliner, termasuk para penjual bakso rumahan.

“Kami berikan pemahaman soal pengelolaan usaha, perhitungan laba-rugi, serta cara mengakses kredit yang sehat. Banyak pelaku bakso yang akhirnya berani mengembangkan usahanya setelah sosialisasi ini,” ujar Dosen Pembimbing Program, Rika Wulandari.

Sinergi dengan Program Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga aktif mendorong UMKM naik kelas melalui penyelenggaraan event kuliner dan bazar daerah. Dalam Parade Oklik dan Festival Ramadan, puluhan pelaku UMKM bakso difasilitasi oleh Pemkab untuk membuka stan dan mempromosikan produknya secara gratis. BRI turut hadir dengan booth layanan keuangan dan simulasi pengajuan KUR langsung di lokasi.

Pj. Bupati Bojonegoro menyatakan bahwa peran perbankan seperti BRI sangat penting dalam mendorong geliat ekonomi rakyat. “Kita butuh sinergi konkret. Pemerintah menyediakan panggung, BRI menyediakan modal dan teknologi, masyarakat yang berusaha,” katanya dalam pembukaan acara.

Baca juga: UMKM Bojonegoro Bergeser ke Pembayaran Digital dengan QRIS BRI

Harapan dan Tantangan

Meski banyak kemajuan, pelaku UMKM bakso di Bojonegoro masih menghadapi tantangan, mulai dari persaingan dengan waralaba besar hingga keterbatasan sumber daya. Namun, dengan dukungan seperti yang diberikan oleh BRI, peluang untuk naik kelas kini lebih terbuka lebar.

“Sekarang tinggal bagaimana kami bisa konsisten, menjaga kualitas, dan terus belajar,” kata Yeni dengan senyum penuh harap.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU