Sabtu, 13 JUNI 2026 • 15:20 WIB

BRI Siapkan Dana Rp500 M untuk Buyback Saham, Yakin Prospek Bisnis Tetap Kuat

Author

BRI siapkan dana Rp500 miliar untuk buyback saham (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi. 

Langkah ini menjadi sinyal optimisme perseroan terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang dinilai tetap kuat.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, buyback dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kinerja BRI ke depan.

Baca juga: Masyarakat Wajib Waspada Modus Penipuan, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online

Menurutnya, harga saham BBRI saat ini masih belum sepenuhnya mencerminkan nilai dan potensi bisnis perusahaan.

"Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan," kata Dhanny.

Program buyback tersebut akan berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026. 

Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 terkait kebijakan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka.

BRI menjelaskan bahwa keputusan melakukan buyback juga mempertimbangkan kondisi pasar yang masih menghadapi berbagai tantangan global. 

Ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, hingga arus keluar modal dari negara berkembang menjadi faktor yang turut menekan pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia.

Meski demikian, perseroan memastikan aksi korporasi ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun operasional perusahaan.

"Melalui aksi korporasi ini, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan," ujar Dhanny.

Dari sisi permodalan, BRI juga masih berada dalam posisi yang kuat. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026 setelah memperhitungkan buyback, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 22,86 persen. Sementara itu, Return on Equity (ROE) berada di level 18,37 persen.

Angka tersebut menunjukkan BRI masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga ketahanan perusahaan dalam menghadapi berbagai risiko di tengah dinamika ekonomi global.

Baca juga: Limit Transfer BRI Lewat ATM, BRImo, dan Internet Banking, Segini Batasnya!

Nantinya, saham hasil buyback akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau Direksi serta Dewan Komisaris setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebagai bagian dari Danantara, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG)," pungkas Dhanny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU