Jumat, 22 MEI 2026 • 13:06 WIB

Perbedaan LPG dan CNG, Mana yang Lebih Murah dan Aman Dipakai?

Author

Perbedaan antara LPG dan CNG (freepik)

INDOZONE.ID - Pembahasan soal LPG dan CNG makin sering muncul karena keduanya sama-sama disebut sebagai sumber energi untuk rumah tangga hingga industri. 

Meski sama-sama berbentuk gas saat digunakan, LPG dan CNG sebenarnya punya banyak perbedaan, lho. 

Nah, perbedaan ini penting dipahami agar masyarakat tidak hanya ikut tren, tetapi juga tahu mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Perbedaan Gas LPG dan CNG

Lalu, apa aja perbedaan gas LPG dan CNG, serta mana yang lebih murah dan aman dipakai? Berikut penjelasannya.

1. Beda Bahan Dasar

LPG atau Liquefied Petroleum Gas, adalah gas yang dicairkan dengan komponen utama propana dan butana.

Jenis gas ini bisa berasal dari penyulingan minyak mentah atau hasil pengolahan gas bumi. 

Nah, karena bentuknya cair dalam tabung, LPG lebih mudah dikemas dan didistribusikan ke rumah tangga, warung, restoran, hingga industri kecil.

Itulah kenapa LPG selama ini sangat akrab dipakai masyarakat, terutama dalam bentuk tabung 3 kg, 5,5 kg, 12 kg, hingga ukuran industri.

Sementara itu, CNG atau Compressed Natural Gas adalah gas bumi yang dipampatkan dengan tekanan tinggi.

Komponen utamanya adalah metana, sehingga bahan bakunya lebih dekat dengan gas alam yang tersedia di dalam negeri.

CNG dibuat dengan cara menekan gas bumi agar volumenya jauh lebih kecil, sehingga bisa disimpan dan diangkut dalam tabung khusus.

Lebih dari itu, volume CNG bisa menjadi sekitar 1/250 dari volume gas bumi pada kondisi standar, dengan tekanan pemampatan yang bisa mencapai 250 bar.

2. Beda Wujud dan Cara Penyimpanan

Perbedaan paling mudah dilihat ada pada cara penyimpanannya. 

LPG disimpan dalam bentuk cair di dalam tabung bertekanan, lalu berubah menjadi gas saat keluar dari tabung dan digunakan untuk memasak.

Tekanan yang dibutuhkan untuk mencairkan LPG juga relatif lebih rendah, sehingga penggunaannya lebih praktis untuk rumah tangga.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Subsidi Tetap Berlaku untuk CNG Pengganti LPG 3 Kg

Oleh karena itu, LPG bisa langsung dipakai dengan kompor yang umum beredar, tanpa membutuhkan infrastruktur tambahan yang rumit.

Berbeda dari LPG, CNG tidak dicairkan, melainkan dipampatkan dalam bentuk gas bertekanan tinggi.

Inilah yang membuat tabung CNG membutuhkan spesifikasi teknis yang lebih kuat dibanding tabung LPG biasa. 

Bagi penggunaan rumah tangga, tantangannya bukan hanya soal harga gas, tetapi juga keamanan tabung, distribusi, dan kesiapan alat pakai.

Jadi, meski CNG punya potensi efisiensi, penerapannya tidak bisa dilakukan asal ganti tabung begitu saja.

3. Beda Keamanan saat Terjadi Kebocoran

Dari sisi keamanan, LPG dan CNG sama-sama perlu digunakan dengan standar yang benar.

LPG memiliki karakter uap yang lebih berat dari udara, sehingga jika bocor di ruang tertutup, gas bisa berkumpul di area bawah dan berbahaya jika terkena percikan api.

Oleh karena itu, pengguna LPG perlu memastikan regulator, selang, dan ventilasi dapur dalam kondisi aman.

Kesalahan kecil seperti memakai selang tidak standar atau membiarkan ruangan tertutup saat ada kebocoran bisa meningkatkan risiko.

CNG memiliki karakter berbeda karena gas alam lebih ringan dari udara, sehingga saat bocor cenderung naik dan menyebar ke udara.

Namun, bukan berarti CNG bebas risiko, karena gas alam tetap mudah terbakar jika konsentrasinya berada dalam ruang tertutup dan tersulut api.

Selain itu, CNG disimpan dalam tekanan tinggi, sehingga kualitas tabung dan sistem pengaman menjadi faktor yang sangat penting. Artinya, keamanan CNG sangat bergantung pada standar teknologi tabung, distribusi, dan edukasi pengguna.

4. Beda Harga

Dari sisi harga, CNG sering disebut punya potensi lebih murah karena bahan bakunya berasal dari gas alam yang tersedia di dalam negeri.

Sementara itu, LPG masih banyak bergantung pada impor dan subsidi, terutama untuk tabung 3 kg yang dipakai rumah tangga.

Namun, harga akhir CNG untuk konsumen tetap bergantung pada biaya tabung, distribusi, dan kesiapan infrastrukturnya.

Jadi, CNG memang berpeluang lebih efisien, tetapi tetap perlu dilihat dari penerapannya di lapangan.

Baca juga: Pemerintah Kembangkan CNG 3 Kg sebagai Alternatif LPG Subsidi

5. Beda Fungsi 

Untuk rumah tangga, LPG masih lebih bagus karena tabungnya mudah ditemukan dan alat masaknya sudah umum digunakan masyarakat.

CNG bisa menjadi alternatif menarik jika sistem tabung, keamanan, dan distribusinya sudah benar-benar siap.

Di sektor industri, CNG berpotensi lebih efisien karena kebutuhan energi biasanya lebih besar dan biaya operasional sangat diperhitungkan.

Jadi, pilihan antara LPG dan CNG sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, lokasi, keamanan, dan kesiapan alat yang digunakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Byjus.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU