INDOZONE.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong keterlibatan petani, koperasi, pelaku UMKM, hingga badan usaha desa dalam memperkuat rantai pasok pangan lokal untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan lapangan dan dialog bersama puluhan anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) di wilayah Rasau Jaya.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi lokal dalam program MBG.
"Penguatan tersebut dilakukan melalui kunjungan lapangan dan dialog bersama sekitar 50 anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang terdiri atas petani hortikultura, pekebun buah-buahan, kelompok tani sayuran, hingga pelaku usaha pangan lokal," kata Tengku di Rasau Jaya, Kamis.
Menurut dia, program MBG tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah.
Baca juga: Program MBG hingga Satu Juta Rumah Jadi Andalan, Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen
"MBG tidak boleh hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus menjadi penggerak ekonomi lokal dengan memastikan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, dan BUMDes menjadi bagian utama rantai pasok pangan," ujarnya.
Dialog yang dilakukan bersama kelompok tani membahas kesiapan kapasitas pasokan pangan, distribusi, pola kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam rantai pasok MBG.
BGN menegaskan bahan pangan lokal akan menjadi prioritas selama memenuhi standar mutu, keamanan pangan, kapasitas produksi, dan ketepatan distribusi.
Kabupaten Kubu Raya dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu pemasok pangan lokal di Kalimantan Barat, terutama untuk komoditas hortikultura, buah-buahan, telur, tahu, tempe, dan sayur mayur yang selama ini sudah menyuplai dapur SPPG.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga memaparkan skema penguatan ekonomi daerah dengan melibatkan koperasi dan KDMP sebagai agregator pasokan pangan masyarakat.
Baca juga: Presiden Prabowo Sebut Program MBG Bisa Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja
Sementara itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diarahkan untuk memperkuat permodalan dan distribusi ekonomi desa.
Model tersebut dinilai dapat menjaga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat masyarakat lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain memperkuat rantai pasok, BGN juga menaruh perhatian besar pada aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Karena itu, pengawasan terhadap standar hygiene sanitasi, prosedur distribusi, sistem pelacakan produk, hingga pembinaan supplier lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan rantai pasok program tersebut.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, SPPG, koperasi, BUMDes, KDMP, dan kelompok tani, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA