Praktis Jelang Buka Puasa, Warga Bojonegoro Pilih Belanja Bumbu Dapur dan Sayur Secara Online
INDOZONE.ID - Memasuki bulan Ramadan, aktivitas masyarakat di pasar tradisional biasanya meningkat tajam, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Berbagai kebutuhan dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, hingga aneka sayur-mayur menjadi buruan warga untuk menyiapkan hidangan sahur dan berbuka bersama keluarga.
Namun, kini sebagian warga Bojonegoro mulai beralih ke cara yang lebih praktis. Mereka memanfaatkan layanan belanja pasar secara daring melalui platform digital untuk membeli kebutuhan dapur tanpa harus datang langsung ke pasar yang padat pengunjung.
Kemudahan ini dirasakan Siti Aminah (34), warga Kecamatan Bojonegoro Kota. Ia mengaku sejak awal Ramadan memilih berbelanja secara online karena lebih hemat waktu dan tenaga.
“Kalau puasa biasanya sore pasar ramai sekali. Kadang susah parkir dan antre lama. Sekarang tinggal pesan lewat HP, bumbu dapur sama sayur langsung diantar ke rumah,” ujarnya, Minggu (2/3/2026).
Baca juga: 3 Hal yang Harus Diperhatikan saat Belanja Groceries Online
Menurutnya, kebutuhan memasak selama Ramadan justru lebih sering dibanding hari biasa. Hampir setiap hari ia menyiapkan menu berbeda untuk keluarga, mulai dari sayur sop, tumis kangkung, hingga sambal segar untuk berbuka.
Hal serupa juga diungkapkan Wahyu Prasetyo (41), warga Kecamatan Dander. Sebagai pekerja swasta, ia kerap tidak memiliki cukup waktu untuk berbelanja langsung ke pasar.
“Pulang kerja biasanya sudah mepet buka puasa. Kalau ke pasar lagi waktunya habis di jalan. Lewat aplikasi tinggal pilih cabai, tomat, bawang, bahkan paket sayur juga ada,” katanya.
Ia menilai layanan tersebut membantu masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan makanan segar tanpa harus terburu-buru menjelang magrib.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi juga membawa perubahan bagi pedagang tradisional. Nur Khasanah (45), pedagang sayur di salah satu pasar rakyat Bojonegoro, mengaku menerima pesanan daring hampir setiap hari, terutama selama Ramadan.
“Sekarang pembeli tidak hanya yang datang langsung. Ada juga pesanan online, apalagi saat Ramadan. Banyak yang pesan cabai, bawang merah, sama sayur untuk masak di rumah,” jelasnya.
Menurutnya, pesanan biasanya meningkat pada pagi hingga siang hari karena pembeli ingin bahan dapur tiba sebelum waktu memasak sore hari. Sistem pembayaran digital juga dinilai mempermudah transaksi karena pembeli dapat melakukan pembayaran non-tunai.
Pengamat ekonomi lokal menilai tren belanja pasar secara digital merupakan bagian dari perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Baca juga: Riset 2026: 86% Warga RI Andalkan Dompet Digital untuk Belanja Online Didominasi Gen Z
Digitalisasi ini dinilai dapat membantu pedagang pasar tradisional tetap bertahan di tengah persaingan layanan belanja modern dan aplikasi e-commerce besar. Selama Ramadan, ketika waktu menjadi hal yang berharga bagi masyarakat untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga, layanan belanja daring menjadi salah satu alternatif yang semakin diminati.
Kini, sebagian warga Bojonegoro tidak perlu lagi terburu-buru menuju pasar menjelang buka puasa. Melalui ponsel, kebutuhan bumbu dapur dan sayur-mayur segar bisa dipesan dari rumah sehingga persiapan menu Ramadan terasa lebih praktis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan