Senin, 22 DESEMBER 2025 • 14:40 WIB

Likuiditas Perekonomian November 2025 Menguat, Uang Beredar M2 Tumbuh 8,3 Persen

Author

Ilustrasi uang beredar. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)

INDOZONE.ID - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025, tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp9.891,6 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2025 yang tercatat 7,7 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, penguatan M2 didorong oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) sebesar 11,4 persen (yoy) serta pertumbuhan uang kuasi sebesar 5,9 persen (yoy).

Dari sisi faktor pendorong, perkembangan M2 pada November 2025 terutama dipengaruhi oleh meningkatnya tagihan bersih kepada pemerintah pusat (pempus) dan akselerasi penyaluran kredit. 

Tagihan bersih kepada pempus tumbuh 8,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 5,4 persen (yoy).

Baca juga: Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Terjaga Naik 32,3%

Penyaluran kredit juga menunjukkan penguatan dengan pertumbuhan 7,9 persen (yoy), naik dari 7,0 persen (yoy) pada Oktober 2025. 

BI menegaskan bahwa kredit yang dihitung merupakan pinjaman (loans) dan tidak mencakup instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman seperti surat berharga, tagihan akseptasi, maupun tagihan repo. 

Kredit tersebut juga tidak termasuk penyaluran oleh kantor bank umum di luar negeri serta kredit kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tercatat tumbuh 9,7 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan Oktober 2025 yang sebesar 10,4 persen (yoy).

Baca juga: BI Perkirakan Banjir dan Longsor Tekan Pertumbuhan Ekonomi 2025

Di sisi lain, uang primer (M0) adjusted pada November 2025 tumbuh 13,3 persen (yoy), melanjutkan tren pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 14,4 persen (yoy), dengan nilai mencapai Rp2.136,2 triliun. 

Pertumbuhan M0 adjusted dipengaruhi oleh kenaikan giro bank umum di BI adjusted sebesar 24,2 persen (yoy) serta uang kartal yang diedarkan sebesar 13,1 persen (yoy).

BI menjelaskan, perhitungan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas sebagai bagian dari kebijakan pengendalian moneter, sehingga mencerminkan kondisi likuiditas yang lebih akurat di perekonomian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU