Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 20:00 WIB

Dari Desa Ngabab ke Pasar Kota, Kisah I Suka Produksi Susu dan Yoghurt Lokal

Author

Susu produk "I Suka" (Catleya Fauziah/Z Creators)

INDOZONE.ID - I Suka merupakan salah satu rumah produksi susu sapi dan yoghurt yang telah berdiri sejak 2017 di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Nama I Suka sendiri memiliki makna “aku suka susu”, yang terinspirasi dari seorang teman pendiri yang kini menjadi pelanggan setia.

Sejak awal berdiri, I Suka dibangun dengan melihat potensi nilai ekonomis susu segar yang memiliki pasar luas serta peluang menjadi produk oleh-oleh khas Desa Ngabab. Dalam kurun waktu delapan tahun, rumah produksi ini telah berkembang pesat dan mampu memproduksi susu hingga berton-ton.

Setiap hari Jumat, susu produksi I Suka rutin dikirim ke Surabaya dengan titik temu di kawasan Karangploso. Di Surabaya, susu tersebut biasanya dibagikan dalam program Jumat Berkah, salah satunya untuk panti asuhan.

Dari sisi sumber daya manusia, produksi yang awalnya hanya dijalankan oleh dua orang kini telah memiliki lima pegawai. Pada awalnya, bahan baku susu diperoleh dari peternak di Desa Ngabab. Namun, seiring meningkatnya permintaan, pasokan susu kini juga didatangkan dari wilayah Ngantak.

Baca juga: Kadin Tekankan Keseimbangan Pekerja dan Dunia Usaha dalam Penetapan UMP 2026

Susu dari peternak biasanya tiba di rumah produksi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung diproses hingga sore hari. Meski sudah menggunakan peralatan penunjang, jumlah tenaga kerja yang dilibatkan tetap menyesuaikan volume susu yang diolah, yakni sekitar dua hingga lima orang.

Proses produksi dimulai dengan pasteurisasi susu pada suhu 70–80 derajat Celsius selama kurang lebih 5 hingga 8 menit. Setelah itu, susu didiamkan hingga mencapai suhu ruang. Sambil menunggu sekitar 40 menit, pegawai menyiapkan larutan gula menggunakan air. Selanjutnya, susu dapat ditambahkan berbagai perisa, seperti stroberi, cokelat, dan blueberry.

Setelah suhu susu turun hingga sekitar 40 derajat Celsius, produk dikemas dan dimasukkan ke dalam freezer selama dua hari. Setelah proses tersebut selesai, susu siap didistribusikan kepada pelanggan. Produk I Suka juga rutin dijual saat Car Free Day (CFD) di sekitar Pasar Induk Among Tani setiap hari Minggu, dan kegiatan ini telah berjalan sejak tahun 2020.

Dalam proses produksinya, tantangan utama yang dihadapi I Suka adalah ketersediaan listrik. Hal ini disebabkan penggunaan freezer dalam jumlah banyak untuk membekukan susu yang siap didistribusikan. Ke depan, I Suka berencana mengembangkan produk cream cheese, meski saat ini masih terkendala waktu, keterbatasan tempat, dan kebutuhan alat yang berbeda.

Baca juga: Pemerintah Bebaskan Kuota Impor Sapi, Ini Dampaknya untuk Harga Daging dan Susu

Selain susu, I Suka juga memproduksi yoghurt. Prosesnya hampir serupa, namun ditambahkan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, lalu difermentasi selama sekitar 10 jam di dalam box atau foam. Setelah fermentasi, yoghurt diberi larutan gula dan kemudian disimpan di dalam kulkas.

Dari segi harga, produk I Suka tergolong lebih terjangkau dibandingkan produk sejenis. Meski demikian, kualitas rasa tetap menjadi prioritas utama. Pihak pengelola selalu menempatkan diri sebagai konsumen agar produk yang dihasilkan sesuai selera dan sepadan dengan harga.

Menariknya, rumah produksi I Suka juga terbuka sebagai tempat edukasi. Pengunjung dapat melihat langsung proses produksi dari awal hingga akhir. Tak heran jika lokasi ini kerap dikunjungi mahasiswa maupun pelajar sebagai sarana belajar tentang pengolahan susu dan yoghurt secara langsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU