Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 09:20 WIB

Mendag Budi Santoso Tegaskan Indonesia Harus Jadi Mitra Perdagangan Internasional yang Adil

Author

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (21/11/2025). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

INDOZONE.ID - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan bahwa Indonesia harus menjadi negara yang menjunjung prinsip perdagangan internasional berkeadilan.

"Kita harus menjadi mitra dagang yang fair, yang adil dan saling membutuhkan,” kata Mendag Budi di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu.

Pria yang akrab disapa Busan itu mengatakan, Indonesia tidak ingin mengikuti tren dagang “proteksionis”, di mana sejumlah negara sangat protektif dan “ingin menang sendiri”.

Baca juga: Kolaborasi Pariwisata Indonesia dan Arab Saudi Dorong Kunjungan Wisatawan dan Investasi

“Kita tidak ingin yang sekarang trennya ini proteksionis, ingin menang sendiri dan sebagainya. Kita tidak ingin seperti itu, kita ingin berdagang yang adil, yang saling bermanfaat, sehingga justru akan tumbuh ekspor masing-masing (negara mitra),” ujar dia.

Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini tengah berupaya memperluas jangkauan pasar global, sebagai bentuk konsistensi negara dalam mendorong perdagangan terbuka dan kolaborasi ekonomi internasional.

Sejumlah perjanjian perdagangan internasional telah berhasil dirumuskan dan disetujui, termasuk dengan Uni Eropa, Kanada, kawasan Eurasia, dan Peru. 

Menteri Perdagangan menuturkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–Agustus 2025 tumbuh 7,72 persen, mencapai 185,13 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Selama rentang waktu yang sama, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar 29,14 miliar dolar AS, menandai keberlanjutan surplus yang sudah berlangsung selama 64 bulan beruntun.

Mendag Busan berharap dengan dibukanya peluang pasar baru yang lebih luas, dapat melanjutkan tren ekspor yang positif ini.

Baca juga: G20 Sepakat Tangani Langkah Perdagangan Sepihak Tanpa Dukungan AS

"Kita ingin ketika akses pasar kita buka melalui perjanjian dagang, maka pelaku usaha harus segera bisa mencari mitra dagang untuk bisa meningkatkan ekspor," kata dia.

Menurut Mendag, penerapan perjanjian dagang yang telah disepakati akan memberikan banyak kemudahan bagi Indonesia.

“Misalnya tarif 0 persen, kemudian hambatan perdagangan menjadi hilang atau berkurang. Nah, itu yang harus kita manfaatkan untuk kita terus mengejar pasar kita di berbagai negara untuk meningkatkan ekspor kita,” pungkas Busan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU