INDOZONE.ID - Siapa sih yang nggak pernah kepikiran buat buka bisnis bareng teman? Rasanya gampang, kan, karena udah kenal dekat, akrab, dan udah nyaman ngobrol sehari-hari.
Tapi, ternyata banyak founder yang ngalamin pahitnya bisnis bareng teman.
Dilansir dari YouTube @Raymond Chin, 65% startup gagal karena konflik internal antara founder.
Jadi, sebelum kamu gas pol, yuk pahami dulu fakta dan tips biar bisnis sama teman nggak berantakan.
Baca juga: Tips Kaya Ala Orang China Tanpa Flexing: Ini Rahasia dari Budaya dan Sejarahnya!
Kenapa Bisnis Sama Teman Sering Gagal
Masalah utama muncul karena pertemanan nggak selalu sama dengan profesionalisme.
Misalnya, urusan duit bisa bikin awkward, temanmu salah, tapi kamu nggak tega bilang salah karena takut sakit hati.
Atau pembagian hasil, dari kecil mungkin nggak masalah, tapi kalau duit makin gede pasti muncul debat siapa kerja lebih banyak, siapa kontribusi lebih besar.
Ditambah lagi kalau salah satu belum punya emotional intelligence tinggi, gampang baper, mudah ngambek, konflik kecil bisa jadi masalah besar.
Raymond Chin mencontohkan pengalamannya sendiri, ada partner yang sempat dugaan nyolong duit klien.
Situasinya sampai memanas karena ego dan emosi nggak bisa dipisahin dari urusan profesional.
Dari situ kelihatan kalau bisnis bareng teman harus hati-hati banget, karena pertemanan bisa jadi 'murder' untuk bisnis kalau nggak dikelola dengan matang.
Baca juga: Tips Atur Dana Pensiun Biar Masa Tua Nggak Jadi Beban
Solusi Agar Bisnis Bareng Teman Tetap Aman
Pertama, diskusi dari awal tentang semua kemungkinan buruk. Misalnya, kalau rugi gimana, pembagian modal, atau kalau ada yang merasa enggak fair. Jangan cuma bahas senangnya doang, tapi pahami risiko bareng-bareng.
Kedua, pakai prinsip trust theory. Kamu harus bisa percaya secara personal dan profesional.
Bukan cuma karena temanmu asik diajak nongkrong, tapi karena dia punya track record kerja yang jelas, pernah kerja bareng, dan kamu bisa nilai performanya.
Ketiga, direct communication wajib banget. Semua hal yang nggak nyaman harus bisa dibicarain. Tes dulu kemampuan komunikasi mereka saat menghadapi masalah, bukan cuma teori.
Keempat, kenali tipe conflict resolution partnermu, ada yang avoidant (menghindar), confronter (langsung hadapin), atau people pleaser (cari disukai semua orang). Tahu ini bikin kamu bisa antisipasi konflik sebelum jadi bom waktu.
Partner Bukan Harus Teman
Sebenarnya, partner nggak mesti teman dekat. Bisa juga co-founder, advisor, komisaris, atau mentor.
Nah yang penting ada check and balance, ada yang bisa jadi sounding board buat ide dan strategi.
Bahkan kalau kamu kerja bareng teman, mending pilih yang udah pernah kerja sama dulu, jangan cuma teman haha-hihi tapi nggak pernah lihat cara dia kerja.
Tips Praktis Memilih Partner Bisnis
- Cari partner yang saling melengkapi skill: misal kamu jago angka, dia jago marketing.
- Pastikan nilai dan integritas kalian sejalan.
- Mulai dari project kecil dulu, jangan langsung modal gede.
- Pahami risiko dan punya aturan jelas sebelum mulai.
Baca juga: 7 Tips Mengelola Uang ala Anak Kos Biar Dompet Tetap Aman di Tanggal Tua
Jadi, kalau masih kepikiran bisnis bareng teman, inget bahwa teman dekat belum tentu partner bisnis yang tepat.
Lebih baik mulai dari teman kerja, trial project kecil, dan bangun kepercayaan profesional dulu.
Karena bisnis itu bukan cuma soal untung-rugi, tapi soal integritas, komunikasi, dan kemampuan menghadapi konflik.
Kalau semua dicek dari awal, kemungkinan gagal bisa diminimalisir, dan pertemanan pun tetap aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube