Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (ANTARA/HO-Kemnaker RI) (ANTARA/HO-Kemnaker RI)
INDOZONE.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengambil langkah cepat untuk melakukan reformasi layanan dan meningkatkan integritas lembaga, sebagai respons atas penetapan status tersangka bagi Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) dan delapan pegawai lainnya oleh KPK.
Yassierli dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, mengatakan telah memanggil satu per satu seluruh pimpinan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk mengevaluasi penataan dan digitalisasi layanan perizinan telah dijalankan.
"Konsolidasi menyeluruh di internal kementerian ini untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan proses reformasi dipercepat,” ujar Menaker Yassierli, dikutip dari ANTARA, Selasa.
Baca juga: Menteri Bahlil Dapat Penghargaan Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden
Selain itu, ia menekankan pentingnya implementasi pakta integritas yang telah ditandatangani di lingkungan Kemnaker, termasuk oleh hampir seribu PJK3 yang sudah dilakukan sebelumnya.
Kerjasama yang aktif dengan KPK juga ditegaskan, sejalan dengan proses penyelidikan data dan fakta yang sedang dilakukan oleh lembaga antikorupsi tersebut.
Guna menggali dan mengokohkan komitmen integritas, profesionalitas dan peningkatan pelayanan, Menaker juga telah mengumpulkan seluruh koordinator dan sub-koordinator di Direktorat Jenderal Binwasnaker K3.
Ia memerintahkan pembentukan Tim Manajemen Perubahan yang melibatkan berbagai direktorat untuk melakukan evaluasi terhadap semua layanan dan meningkatkan sistem pengendalian risiko di Kemnaker.
Lebih lanjut, Menaker juga menegaskan komitmennya untuk melakukan rotasi dan pencopotan jabatan bagi pejabat dan staf yang terindikasi memiliki masalah, baik terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan pungutan liar dan pemerasan.
Baca juga: Rupiah Menguat Usai Pidato Powell di Jackson Hole, Prospek Suku Bunga The Fed
"Agenda reformasi struktural akan terus dilanjutkan dan dikuatkan. Antara lain mencakup penataan ulang layanan dan regulasi, penguatan manajemen risiko, serta percepatan digitalisasi demi mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan dan akuntabel,” ujar dia.
Sebelumnya, pada 22 Agustus 2025, KPK menetapkan Immanuel Ebenezer selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan bersama Irvian Bobby dan sembilan orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait dengan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Immanuel disebut KPK menerima uang Rp3 miliar dan satu kendaraan roda dua bermerek Ducati dari Irvian Bobby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA