Ilustrasi gedung Pertamina (wikipedia)
INDOZONE.ID — PT Pertamina (Persero) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2024 dengan perolehan pendapatan dan laba bersih yang signifikan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (12/6), manajemen menyampaikan bahwa Pertamina berhasil mempertahankan performa positif di berbagai lini bisnisnya.
Sepanjang 2024, Pertamina membukukan pendapatan sebesar USD 75,33 miliar atau setara Rp1.194 triliun, dengan EBITDA mencapai USD 10,79 miliar dan laba bersih USD 3,13 miliar atau sekitar Rp49,54 triliun.
“Kinerja operasional Pertamina tetap solid. Produksi migas stabil di angka 1 juta barrel setara minyak per hari, yang menjadikan kami kontributor utama produksi energi nasional,” ujar Fadjar Djoko Santoso, VP Corporate Communication Pertamina dalam siaran pers yang diterima INDOZONE, Sabtu (14/6/2025).
Pertamina menjadi penyumbang 69 persen produksi minyak nasional dan 37 persen gas nasional. Di sektor hilir, produksi BBM dari kilang Pertamina berhasil memenuhi 70 persen kebutuhan nasional, sementara kebutuhan avtur dan solar bahkan 100 persen dipenuhi dari kilang domestik.
Baca juga: Pertamina Kerahkan Semua Jalur Distribusi Energi untuk Pemulihan Pasca Banjir Sumatra
Distribusi Energi Makin Merata
Selain itu, jaringan gas bumi juga berkembang pesat dengan pan pengelolaan lebih dari 33.000 km pipa transmisi dan distribusi, serta 820.000 sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas).
Di tengah tantangan global menuju energi berkelanjutan, Pertamina turut memimpin transisi energi. Perusahaan kini mengelola 13 wilayah kerja panas bumi, PLTGU, dan PLTS dengan kapasitas total mencapai 2.502 Megawatt.
Inovasi energi terbarukan juga dilakukan melalui produksi biofuel B35, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Pertamax Green 95, hingga proyek pemanfaatan minyak jelantah (UCO) untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Fadjar menambahkan, total kontribusi Pertamina terhadap penerimaan negara sepanjang 2024 mencapai Rp401,73 triliun. Penyerapan produk dalam negeri senilai Rp415 triliun juga menciptakan 4,1 juta lapangan kerja dan meningkatkan PDB nasional sebesar Rp702 triliun.
Dalam RUPS ini juga diumumkan perubahan pada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris. Beberapa nama baru yang masuk di antaranya:
“Pertamina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan. Kami akan terus berkomitmen menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan energi berkelanjutan di Indonesia,” tutup Fadjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release