INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih membahas soal tarif layanan Transjabodetabek yang rencananya akan menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Bogor.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, mengatakan sampai saat ini keputusan mengenai tarif belum final dan masih dalam tahap pembahasan.
"Masih pembahasan. Nanti Pak Gubernur yang akan sampaikan," ujar Welfizon di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/6/2026).
Baca juga: Disabilitas Bisa Hadirkan Produk UMKM-nya di Halte Transjakarta
Kenaikan Tarif Masih Dipertimbangkan
Menurut Welfizon, penentuan tarif tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Pemerintah dan Transjakarta saat ini masih menghitung berbagai aspek penting, mulai dari kondisi keuangan daerah, kualitas layanan, hingga kemampuan masyarakat dalam membayar tarif transportasi umum.
"Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada fiskal, layanan, kondisi masyarakat, ability to pay, willingness to pay," jelasnya.
Istilah ability to pay mengacu pada kemampuan finansial masyarakat untuk membayar tarif, sedangkan willingness to pay adalah seberapa besar masyarakat merasa tarif tersebut masih layak dan sesuai dengan layanan yang didapat.
Tarif Flat atau Berdasarkan Jarak?
Selain besaran tarif, mekanisme pembayaran juga maish menjadi bahan diskusi.
Saat ini, TrasnJakarta masih mengkaji apakah sistem tarif Transjabodetabek nantinya akan menggunakan tarif flat seperti bus Transjakarta reguler atau berbasis jarak seperti MRT Jakarta dan LRT.
Kalau menggunakan sistem berbasis jarak, maka penumpang yang menempuh perjalanan lebih jauh kemungkinan akan membayar lebih mahal dibanding perjalanan pendek.
Sementara sistem tarif flat memungkinkan seluruh penumpang membayar harga yang sama tanpa melihat jarak tempuh.
Welfizon sendiri belum bisa memastikan sistem mana yang akan dipilih.
Welfizon mengatakan diskusi terkait tarif sebenarnya sudah dilakukan beberapa kali bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan akan kembali dilanjutkan dalam rapat berikutnya.
"Ini habis ini kita mau meeting di Dishub. Sudah beberapa kali pembahasan," katanya.
Baca juga: Reaksi Emak-Emak hingga Karyawan Imbas BBM Naik: Khawatir Lonjakan Pasar Ikut Naik!
Sementara itu, kehadiran Transjabodetabek diharapkan bisa menjadi solusi bagi warga yang setiap hari melakukan perjalanan dari kota penyangga menuju Jakarta.
Dengan integrasi transportasi yang lebih luas, pemerintah berharap masyarakat semakin tertarik beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jabodetabek.
Karena itu, penentuan tarif dianggap menjadi salah satu faktor penting agar layanan ini tetap terjangkau, namun tetap mampu memberikan layanan yang nyaman dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara