Rabu, 10 JUNI 2026 • 17:20 WIB

Reaksi Emak-Emak hingga Karyawan Imbas BBM Naik: Khawatir Lonjakan Pasar Ikut Naik!

Author

Ilustrasi dampak BBM naik bagi masyarakat (ANTARA FOTO/Reno Esnir/hma)

INDOZONE.ID - BBM non subsidi yang naik secara mendadak memicu reaksi masyarakat secara luas. Warga khawatir, kenaikan BBM ini berimbas pada kenaikan harga pangan yang lainnya.

Seorang ibu rumah tangga sekaligus pekerja kantoran bernama Dwi Rachmawati (33) merasa sangat terkejut dengan kenaikan BBM jenis pertamax yang dinilai cukup tinggi.

"Kenaikan BBM sangat mengejutkan ya, karena kondisi yang saat ini penuh ketidakpastian terkait harga harga di berbagai sektor, kita dihadapkan dengan kenaikan BBM yang nantinya akan sangat berdampak," ujar Dwi kepada Indozone, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Jepara, Truk Bawa Belasan QR Code dan Pelat Palsu

Keseharian untuk menuju kantor dari Kota Bekasi menuju Pulogadung, Jakarta Timur tentunya memerlukan BBM untuk kendaraanya. 

Penghasilan yang sudah diatur sedemikian rupa, salah satunya dialokasikan untuk BBM kini harus dia rombak.

"Tentu saja (berpengaruh ke keuangan). Mungkin selama ini kita sudah ada budget untuk penggunaan kendaraan dengan mengisi BBM non subsidi, tapi tiba-tiba ada kenaikan sekitar 30 persen dari harga sebelumnya. Itu sangat-sangat berdampak sekali," katanya.

Pertamax yang acap kali dipilih sebagai bahan bakar kendaraan terpaksa harus ditimbang kembali untuk digunakan. 

Pertalite menjadi opsi, namun Dwi tetap harus mempertimbangkan kebutuhan kendaraannya yang memiliki standar penggunaan BBM dengan RON 92 alias Pertamax.

"Kondisi saat ini pasti dilema, di satu sisi kita menggunakan BBM non subsidi untuk membantu BBM subsidi tepat sasaran. Namun di sisi lain sebagai kaum menengah sangat berat ya karena menyangkut kondisi kendaraan nantinya," tuturnya.

Khawatir Harga Lain Ikut Naik

Terlepas dari pekerjaan kantoran sehari-hari, Dwi merupakan ibu rumah tangga dengan satu anak. 

Dengan naiknya harga BBM, dia sangat khawatir dengan kenaikan harga bahan-bahan lainnya termasuk bahan pokok.

"Pastinya ada kekhawatiran ya, hal ini tidak menutup kemungkinan dengan lonjakan harga-harga di pasar ataupun berbagai sektor lainnya. Belum lagi dengan kondisi rupiah yang makin melemah sudah di titik tertinggi mencapai 18.000. Banyak barang-barang merangkak naik harganya bahkan untuk harga makanan di pinggir jalan pun harganya sudah naik," curhatnya.

Lebih jauh, sebagai masyarakat dia berharap pemerintah untuk melakukan kajian mendalam terkait dampak dari kenaikan BBM tersebut. 

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pengamat Nilai Langkah Realistis Jaga Fiskal

Dia berharap adanya pengalihan dana APBN untuk melakukan subsidi BBM ketimbang untuk menjalankan program lain.

"Untuk pemerintah harapannya sebagai rakyat Indonesia hal ini sebaiknya dikaji kembali, apakah kondisi saat ini relevan untuk menaikkan harga BBM yang naiknya sangat tinggi," kata Dwi.

"Seharusnya pemerintah bisa mengalihkan APBN untuk subsidi BBM dan di tekan pengeluaran untuk program lain seperti MBG. BBM ini sangat krusial dan sudah menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi minyak dunia saat ini sedang turun, tapi pemerintah malah menaikkan harga," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU