Rabu, 20 MEI 2026 • 16:30 WIB

Mau Bangun Bisnis di Tengah Ekonomi Tak Menentu? Ini 4 Hal Penting yang Wajib Disiapkan

Author

Ilustrasi pebisnis yang merintis usaha. (freepik)

INDOZONE.ID - Kamu tengah berpikiran untuk merintis bisnis in this economy? Jangan khawatir, walau situasi ekonomi sedang tak menentu, kamu tetap bisa mendirikan bisnis dan menciptakan lapangan kerja baru.

Namun sebelum memulai bisnis, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan agar semuanya lebih matang dan tidak ada kendala di tengah jalan. Seperti yang disampaikan General Manager Haluancorp David Simanungkalit.

Ia mengatakan, saat membangun bisnis, hal pertama yang harus dipahami adalah model bisnisnya terlebih dahulu. Karena itu, calon pebisnis harus mencari banyak referensi dan mengenali bagaimana sistem bisnis bekerja saat ini.

“Untuk menghindari fraud, pastikan memang kita punya basic. Keberadaan sistem ini sebenarnya salah satu alat untuk memperpendek proses belajar. Bagaimana mencatat pembukuan yang baik, itu sudah ada aturannya yang kami bawa dalam sistem,” ujarnya dalam acara Media Gathering Robustapp di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Baca juga: Melirik Potensi Perkembangan Properti Baru di Bandung untuk First Home Buyer

David juga menyebut tren bisnis saat ini sangat beragam, mulai dari sektor jasa, industri manufaktur, hingga distribusi. Selain itu, ia juga membeberkan beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum memulai bisnis. Berikut ulasannya.

1. Modal

Modal tentu harus disiapkan untuk memulai merintis bisnis. Modal digunakan untuk mengatur semua core bisnis dari awal merintis.

Menurut David, kegunaan modal bisa terbagi untuk bermacam-macam. Mulai dari ruang kantor, inventaris kantor, kendaraan kantor, urusan legal, pelatihan karyawan, hingga persiapan lainnya.

“Kegunaan modal tergantung bisnisnya, misalnya kalau bisnisnya apa nih? Bisnisnya jual-beli, trading gitu ya, pastikan kita mendapatkan barang-barang berkualitas. Misalnya kalau perusahaannya jasa, pastikan orang-orang yang akan mendeliver jasa itu adalah orang-orang yang sudah memenuhi standar yang kita temukan. Misalnya diberikan pelatihan,” kata David.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak Jadi 117,31 Dolar AS per Barel

2. Urus Legalitas

Selanjutnya, hal penting sebelum memulai bisnis adalah pastikan konteks legalnya, jangan lupa. Mau itu badan usaha, mau itu perorangan, mau itu bentuk CV atau yang lain harus punya legalitas.

3. Pahami Peraturan yang Berlaku

Setelah legalitas selesai, para pebisnis juga harus memahami peraturan yang berlaku. Entah itu konteks perpajakan, pekerjaan, atau mungkin lingkungan harus mendapatkan izin dari wilayah setempat, RT/RW setempat, itu juga penting.

“Sebelum kita mulai bisnis, jangan sampai udah jalan, udah mulai oke nih, eh izinnya belum ada, harus ngulang lagi dari awal, eh badan hukumnya belum diurus, masalah lagi nanti,” ucapnya. 

Baca juga: 6 Penyebab Harga Properti Turun, Calon Pembeli Rumah Wajib Tahu!

Belum lagi, kalau sudah mulai mempekerjakan orang, pelajari juga soal aturan tenaga kerja. Hal ini menjadi penting karena menyangkut urusan hak dan kewajiban karyawan serta perusahaan.

“Itu langkah-langkah yang begitu kita mulai masuk serius nih jadi bisnis, bukan lagi perusahaan rumahan,” bebernya.

4. Data

Di tengah persaingan bisnis yang bergerak semakin cepat, kemampuan perusahaan dalam mengelola data kini menjadi faktor penting untuk memenangkan pasar. 

Keunggulan bisnis tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya skala perusahaan, tetapi juga dari seberapa cepat dan tepat pengambilan keputusan dilakukan.

Direktur Haluancorp Awan Karnadjaya menyebut, penggunaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) membantu para pebisnis pemula maupun yang sudah eksis. 

Baca juga: Kenapa UMR Setiap Daerah Berbeda? Ini Faktor Penentunya

Sebab sistem ERP membantu perusahaan mengintegrasikan berbagai data penting dalam satu sistem, mulai dari keuangan, inventaris, hingga operasional.

Di sisi lain, ERP tidak hanya digunakan untuk mencatat nilai aset dalam pembukuan. Dengan data yang lebih rapi dan terintegrasi, operasional bisnis dapat berjalan lebih efisien sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat kesalahan pencatatan maupun pengelolaan aset.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU