INDOZONE.ID - Perkembangan dunia konstruksi dan desain interior saat ini menuntut adanya integrasi yang lebih erat antara penyedia material dengan para praktisi kreatif.
Seiring dengan meningkatnya standar estetika dan fungsionalitas bangunan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan kebutuhan ruang yang kian kompleks.
Dalam konteks ini, partisipasi aktif para pelaku industri dalam forum-forum profesional menjadi krusial untuk memetakan arah tren material masa depan.
Baca juga: 5 Bisnis Eco Friendly Modal Kecil, Menguntungkan Banget!
Sejalan dengan pergeseran industri tersebut, tiga pelaku industri bahan bangunan di Indonesia, yakni QUADRA, ROMAN, dan KANMURI, menjadikan ajang pameran arsitektur ARCH:ID 2026 sebagai tempat untuk memperkenalkan rangkaian inovasi jenama terbaru mereka.
Pengalaman Arsitektur Lima Panca Indera
Menggandeng biro arsitek Localic Studio, booth ini mengusung konsep bertajuk "Fragments: A Paradox of Synthesis", yang merupakan manifestasi proses meleburkan elemen-elemen material yang mandiri menjadi satu kesatuan organisasi ruang yang hidup dan saling melengkapi.
Melalui tema Fragments, inovasi dari ketiga jenama tersebut disatukan untuk membentuk sebuah kesatuan material arsitektur.
Konsep ini tidak hanya fokus pada bahan bangunan, tetapi juga merangkul ekosistem pendukung seperti furnitur dan produk gaya hidup guna memperkaya pengalaman ruang.
Kehadiran tiga jenama besar di dalam satu pameran menandai era baru sinergi strategis yang memberikan kemudahan bagi para profesional dan konsumen.
Pimpinan QUADRA & ROMAN Willie Low, menjelaskan bahwa, "Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menyampaikan pada publik bahwa sekarang kami bersinergi dalam satu naungan. Kami hadir dengan pilihan solusi yang semakin luas dan lengkap," ungkap Willie.
Eksplorasi material dalam pameran ini ditampilkan melalui ruang yang merangsang panca indera. Berbagai inovasi pelapis dinding dan lantai diaplikasikan secara fungsional pada furnitur dan struktur bangunan, berpadu dengan instalasi genteng keramik yang ditata estetik.
Selain visual, suasana di dalam gerai pamer juga didukung oleh elemen wewangian dan kopi untuk menciptakan atmosfer yang berbeda.
Hal ini sejalan dengan gagasan bahwa interaksi manusia dengan ruang arsitektur melibatkan persepsi sensorik yang menyeluruh, mulai dari tekstur hingga aroma.
Rangkaian mozaik terbaru dari ROMAN hadir sebagai pilihan material dekoratif untuk berbagai sudut ruangan dan furnitur.
Jenama ini membawa unsur alam dan budaya ke dalam desainnya, termasuk penggunaan motif geometris khas tenun.
Baca juga: Kantongi Izin Resmi, BI Sebut Turis Jepang Segera Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia
Tersedia dalam total 84 pilihan motif, koleksi ini juga mencakup seri eksklusif seperti Inerie, Tenun, Songke, dan Moko yang mengintegrasikan pola-pola etnik dengan pewarnaan metalik sebagai ciri khasnya.
Secara teknis, material dekoratif ini menggunakan basis porselen kategori B1a yang memiliki tingkat ketahanan tinggi untuk penggunaan jangka panjang.
Selain aspek durabilitas, inovasi pada bagian belakang kepingan yang menggunakan sistem jaring penguat memastikan proses pemasangan menjadi lebih presisi dan efisien.
Sementara itu, di sektor penutup atap, terdapat penambahan dua pilihan warna baru bergaya natural dan gelap untuk model atap keramik tertentu, yang bertujuan memfasilitasi kebutuhan desain bangunan modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan