Minggu, 12 APRIL 2026 • 12:52 WIB

Transaksi QRIS Naik 89%, Orang Indonesia Makin Cashless

Author

Ilustrasi QRIS. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Transaksi QRIS di Indonesia tumbuh 89,56% secara tahunan antara Maret 2025 dan Maret 2026, berdasarkan data yang dicatat ALTO Network.

Nilai transaksinya pun naik 94,18% dalam periode yang sama — angka yang cukup mencolok di tengah tekanan ekonomi global saat ini.

Momentum Lebaran 2026 menjadi salah satu indikator paling jelas. ALTO Network, salah satu pemain infrastruktur switching pembayaran terbesar di Indonesia, mencatat pertumbuhan volume transaksi 50% year-on-year selama periode tersebut.

Artinya, meski banyak orang sedang mudik dan pengeluaran meningkat, transaksi digital tetap berjalan kencang bukan melambat.

Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi digital banking secara umum tumbuh 20–30% per tahun. QRIS tumbuh jauh lebih cepat dari itu. Saat ini, ALTO Network memproses hingga 30 juta transaksi per hari.

Baca juga: 4 Cara Menghemat Keuangan di Era Serba Qris

Volume sebesar itu bukan angka kecil. Dan mengelolanya bukan perkara mudah.

"Di tengah kondisi ekonomi global saat ini yang cenderung memiliki volatilitas tinggi, kami melihat trend pembayaran di Indonesia masih stabil bahkan cenderung menguat. Ini ditandai dengan tetap tumbuhnya transaksi yang kami proses baik dari sisi jumlah transaksi maupun volume transaksi, ini dapat menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki daya konsumsi yang baik," ujar Gretel Griselda, CEO ALTO Network.

Baca juga: Perkuat Ekonomi, Indonesia Targetkan Ekspor dan QRIS Tembus Negara-negara APEC

Pertumbuhan ini juga memperlihatkan data lain. Infrastruktur di balik setiap scan QRIS harus bekerja tanpa gangguan, 24 jam sehari. ALTO sendiri mengklaim SLA uptime 99,99% untuk sistem mereka.

Untuk menjawab kebutuhan itu, ALTO Network meluncurkan ASKARA Connect, yaitu platform yang mengintegrasikan monitoring transaksi, manajemen klaim, dan penanganan isu operasional dalam satu sistem. Ada juga ASKARA Collab, yang menggabungkan automasi dengan koordinasi manusia agar penanganan masalah lebih cepat dan terstruktur.

"Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana memproses transaksi dengan cepat, tetapi bagaimana memastikan seluruh proses di belakangnya. Mulai dari monitoring, koordinasi, hingga penanganan kendala bisa berjalan secara terintegrasi dan efisien," kata Rangga Wiseno, Chief Business Officer ALTO Network.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alto Network

Author
Tags qris
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU