Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 17:05 WIB

Lebih Mahal dari Tiket ke Luar Negeri, Ini Alasan Harga Pesawat Domestik Tinggi

Author

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (Dok. Garuda Indonesia)

INDOZONE.ID - Pernah gak sih Kamu ngetik “tiket pesawat domestik” di situs booking terus kaget karena harganya lebih mahal dari tiket ke luar negeri? 

Misalnya Jakarta–Bali bisa lebih mahal daripada Jakarta–Singapura? 

fakta seperti ini memang sering terjadi dan bikin banyak traveler garuk-garuk kepala.

Kenapa harga tiket pesawat domestik bisa tinggi banget, bahkan lebih mahal dari penerbangan internasional? 

Di artikel ini kita bakal bahas apa penyebabnya.

Baca juga: Mendag Pastikan 80% Pasar di Aceh Tamiang Sudah Beroperasi Pascabencana

1. Struktur Tarif dan Regulasi yang Berbeda

Salah satu alasan kenapa harga tiket pesawat domestik bisa lebih mahal ialah karena aturan tarif yang beda antara penerbangan domestik dan internasional. 

Di banyak negara, termasuk Indonesia, ada tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) yang harus dipatuhi maskapai lokal untuk rute domestik. 

Sedangkan penerbangan internasional biasanya bebas mengikuti mekanisme pasar global tanpa batasan tarif seperti itu. 

Akibatnya, maskapai lokal jadi kurang fleksibel kalau mau menurunkan harga tiket domestik.

Baca juga: Sampah Anorganik Gak Lagi Jadi Masalah, Mesin Daur Ulang Ini Putar Ekonomi Warga Tangsel

2. Biaya Operasional yang Nggak Selalu Proporsional dengan Jarak

Logika ekonomi biasanya bilang, “Jarak makin jauh, harga makin mahal.” 

Tapi sebenarnya, biaya tiket pesawat nggak cuma dihitung dari jarak. Ada banyak biaya tetap (fixed cost) yang harus ditutup, misalnya:

  • Avtur (bahan bakar): Harga avtur untuk penerbangan domestik sering kena pajak, sedangkan untuk rute luar negeri bisa bebas pajak kalau beli bahan bakar di negara lain. Ini bikin biaya avtur domestik justru lebih tinggi.
  • Biaya layanan bandara: Maskapai wajib bayar Airport Tax atau Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), dan tarifnya beda-beda di tiap bandara domestik. Biaya ini otomatis masuk ke harga tiket.

Baca juga: Jangan Mudah Tergiur Hadiah Belanja Online, Diskominfo Tangerang: Wasapada Penipuan!

Selain itu, biaya tetap lain seperti gaji awak pesawat, pemeliharaan pesawat, dan asuransi juga bisa makan porsi besar dari total biaya, bahkan untuk penerbangan pendek. Sedangkan di rute internasional yang ramai, maskapai bisa menurunkan biaya per penumpang karena efisiensi skala lebih tinggi.

3. Jumlah Kursi dan Ketersediaan Pesawat Terbatas

Harga tiket juga sangat dipengaruhi oleh rasio supply dan demand. 

Kalau penerbangan domestik cuma dilayani satu atau dua maskapai, dan jumlah pesawat atau kursinya terbatas, maskapai biasanya mematok harga tinggi karena persaingan rendah. 

Sedangkan di rute internasional populer, misalnya Jakarta–Singapura atau Jakarta–Kuala Lumpur, banyak maskapai, termasuk low-cost carrier, bersaing ketat. 

Baca juga: Panen Jagung Serentak Polri dari Bekasi, Kapolri Sebut Sudah Penen 3,5 Ton Sepanjang 2025

Tekanan kompetitif ini sering bikin harga tiket internasional bisa lebih murah dibanding rute domestik tertentu.

4. Dinamika Permintaan yang Tidak Selalu Sama

Maskapai modern pakai sistem dynamic pricing, yaitu harga tiket yang terus berubah berdasarkan permintaan, data riwayat pembelian, musim liburan, dan algoritme lainnya. Artinya:

  • Tiket domestik saat peak season liburan bisa melonjak drastis.
  • Sedangkan rute internasional yang diprediksi sepi justru bisa turun harga karena maskapai ingin mengisi kursi.

Berdasarkan analisis harga tiket udara internasional, permintaan, algoritma harga dinamis, dan tingkat kompetisi pasar punya pengaruh besar terhadap harga tiket, bukan cuma jarak perjalanan semata.

5. Kompetisi yang Nggak Seimbang

Kompetisi di penerbangan domestik sering lebih terbatas dibanding pasar internasional.

Baca juga: Lonjakan Kilat Saham Dunia Properti Jadi Alarm Awal Tren Positif 2026

Rute domestik populer biasanya cuma dilayani beberapa maskapai, sedangkan

Rute internasional besar dilayani berbagai maskapai dari berbagai negara, termasuk budget airlines yang bisa menekan harga.

Karena kompetisi domestik lebih sedikit, maskapai punya kebebasan lebih besar untuk mematok harga tiket tinggi tanpa takut kehilangan banyak penumpang.

6. Perbedaan Layanan dan Strategi Harga

Banyak maskapai internasional memasukkan ancillary revenue, seperti bagasi, makanan, atau layanan tambahan, langsung ke harga tiket. 

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Bea Masuk Kain Tenunan, Imbas Kerugian pada Industri Nasional

Sementara itu, banyak tiket domestik dijual dry, alias tanpa layanan tambahan. 

Jadi meskipun harga domestik tampak tinggi, belum tentu lebih mahal kalau dihitung total layanan yang didapat.

Nggak Selalu Jarak yang Tentuin Harga

Jadi, kenapa tiket pesawat domestik bisa lebih mahal daripada tiket ke luar negeri? 

Jawabannya kompleks, tapi bisa diringkas ke beberapa faktor:

  • Regulasi tarif domestik vs pasar bebas internasional
  • Biaya avtur yang kena pajak dan biaya layanan bandara
  • Keterbatasan supply kursi dan pesawat

Baca juga: Beli Rumah Tahun 2026 Bisa Bebas PPN, Simak Syarat Lengkapnya!

  • Dinamika permintaan dan algoritma harga dinamis
  • Kurangnya kompetisi di rute domestik

Kalau Kamu sering travelling dalam negeri, wajar banget kalau kadang tiket domestik terasa nguras kantong dibanding rute internasional tertentu. 

Meskipun terdengar nggak logis kalau cuma liat jaraknya, inilah realita industri penerbangan yang penuh kompleksitas sistem harga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU