INDOZONE.ID - Presiden ke-3 Negara Indonesia, Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie, telah berpulang ke pangkuan illahi pada 11 September 2019 lalu, di usia 83 tahun. Walaupun telah berpulang, namun legacy dari Habibie untuk Indonesia rasanya tidak akan pernah ada habisnya.
Mulai dari bidang teknologi, beliau dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia berkat kiprahnya yang gemilang di dunia penerbangan. Dalam bidang demokrasi, Habibie dikenang sebagai presiden yang menghidupkan kembali semangat demokrasi di Indonesia setelah 32 tahun lamanya terkekang.
Sementara di bidang ekonomi, beliau diingat atas perannya yang luar biasa dalam memperkuat nilai Rupiah pascakrisis moneter.
Baca juga: Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,2 Persen, Berkat Konsistensi Kebijakan Dedi Mulyadi?
Sebagaimana diketahui, nilai Rupiah anjlok bebas menjadi Rp 16.800 per dolar AS, akibat dari krisis moneter 1998. Nah, berkat tangan hebat dari Habibie, nilai rupiah pun menguat menjadi Rp 6.500 per dolar AS di akhir masa jabatannya.
Tentu, keberhasilan bersejarah yang dilakukan oleh BJ Habibie ini merupakan hasil berbagai strategi-strategi jitu yang telah ia pikirkan matang-matang.
Dikutip dari FEB UNESA, berikut adalah strategi Habibie dalam memeprkuat nilai rupiah:
1. Restrukturisasi Perbankan
Habibie melakukan reformasi di sektor perbankan, di mana saat itu pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), menutup 38 bank bermasalah, mengambil alih 7 bank, dan merekapitalisasi 9 bank lainnya.
Strategi ini memiliki tujuan untuk menarik kembali kepercayaan masyarakat kepada sistem perbankan nasional serta menarik kembali investor
2. Program Jaring Pengaman Sosial
Yang kedua, Habibie menerapkan program Program Jaring Pengaman Sosial, di mana program ini bertujuan mengurangi dampak krisis terhadap masyarakat miskin.
Bidang kesehatan dan pendidikan menjadi fokus program ini, dengan melakukan pendistribusian bantuan ke berbagai pusat-pusat kesehatan serta memberikan beasiswa kepada 4 juta anak untuk menekan angka putus sekolah.
3. Pemberdayaan UKM
Yang ketiga, Habibie mengupayakan pertumbuhan berbagai Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan koperasi. Pemerintah memberikan dana kepada kelompok tani dan koperasi untuk memperkuat ekonimi rakyat.
Selama rentang tahun 1998-1999, sejumlah ribuan koperasi dan 5,13 juta petani menerima dana bantuan, sehingga UKM menjadi salah satu bagian vital dari pemulihan ekonomi nasional.
Ketiga strategi yang diterapkan Habibie ini kemudian terbukti dapat menstabilkan nilai rupiah, menrunkan inflasi, serta mampu mengembalikan kepercayaan para investor.
Sehingga, walaupun masa jabatan Habibie hanyalah singkat, namun Habibie mampu membawa Indonesia terlepas dari belenggu krisis ekonomi, serta mampu meningkatkan kepercayaan pasar domestik dan nasional terhadap prospek ekonomi Republik Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unesa