INDOZONE.ID - Upaya memperkuat sistem komoditas berkelanjutan di Indonesia terus digencarkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas lokal, dan sektor swasta.
Salah satu inisiatif utama yang menjadi tonggak kerja sama tersebut adalah Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI), hasil kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss, dengan dukungan teknis dari United Nations Development Programme (UNDP).
Program SLPI dirancang sebagai wadah untuk menjembatani kebijakan nasional dengan implementasi di tingkat daerah, sekaligus mendorong pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum penguatan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan kembali mengemuka dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Dalam forum global yang mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara, UNDP Indonesia menampilkan hasil nyata dari kolaborasi lintas lanskap SLPI lewat sesi talkshow bertema “Transforming Commodity Landscapes through Multi-Stakeholder Collaboration in Indonesia.”
Baca juga: Data sebagai Komoditas: Kajian Terhadap Dominasi Raksasa Teknologi
“Melalui SLPI, UNDP mendukung Pemerintah Indonesia menciptakan lingkungan yang kondusif bagi keberlanjutan,” ujar Paramita Mentari Kesuma, SLPI Officer – Nature, Climate and Energy Unit, UNDP Indonesia dalam pernyataannya, dikutip Rabu (15/10/2025).
Paramita menegaskan pentingnya memastikan agar komitmen nasional terhadap keberlanjutan benar-benar diterjemahkan menjadi aksi di lapangan.
“Koordinasi lintas sektor, berbagi pengetahuan, dan penyelarasan kebijakan harus berjalan serempak agar hasilnya nyata di tingkat lokal,” tambahnya.
Empat Lanskap Percontohan di Indonesia
SLPI saat ini dijalankan di empat wilayah utama, yakni Aceh, Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Masing-masing lanskap menunjukkan kemajuan dalam memfasilitasi kolaborasi multipihak dan memperkuat rantai pasok komoditas yang bertanggung jawab.
Aceh (Leuser-Alas Singkil River Basin/LASR)
Dipimpin oleh Swisscontact, program ini mengembangkan tata guna lahan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah.
“Pendekatan ini membuka peluang penghasilan baru bagi kelompok perempuan sekaligus menjaga kawasan hutan,” jelas Christina Rini, Ketua Konsorsium LASR.
Riau (Siak Pelalawan Landscape Programme/SPLP)
Dikoordinir oleh Daemeter, program ini berfokus pada keberlanjutan dan pembiayaan inklusif.
“Kami menghubungkan petani kecil dengan rantai pasok berkelanjutan dan menarik investasi swasta yang berpihak pada lingkungan,” kata Jimmy Wilopo, Ketua SPLP.
Kalimantan Tengah (Mosaik Initiative)
Mengintegrasikan nilai konservasi dan kearifan lokal dalam proyek sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan berbasis High Conservation Values (HCV).
Baca juga: Penerapan Ekonomi Sirkular dalam Sektor Pertanian di Indonesia
“Keberlanjutan bukan hanya soal melindungi alam, tapi juga menjaga identitas dan cara hidup masyarakat,” tutur Mirzha Hanifah dari HCV Network.
Kalimantan Timur (SUSTAIN Kutim – GIZ Indonesia/ASEAN)
Fokus pada pembentukan forum multipihak di Kutai Timur, mempertemukan pemerintah daerah, perusahaan, dan kelompok tani untuk menyusun kebijakan inklusif.
Mengubah Komitmen Menjadi Aksi Nyata
Paramita menegaskan bahwa kekuatan program SLPI terletak pada kemampuan mengubah komitmen menjadi aksi nyata.
“Pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya harus berjalan beriringan dengan aspek lingkungan agar transformasi terjadi secara menyeluruh,” ujarnya.
Berbagai inisiatif SLPI membuktikan bahwa kolaborasi lintas lanskap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam memenuhi standar keberlanjutan global sekaligus menjaga keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan konservasi ekosistem penting.
Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) merupakan inisiatif bersama antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Pemerintah Swiss melalui Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
Program ini bertujuan mendukung penerapan praktik komoditas berkelanjutan serta memperkuat sistem kepatuhan rantai pasok di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan dukungan teknis dari UNDP dan kemitraan strategis Pemerintah Swiss, SLPI diharapkan mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif, tangguh, dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release