Selasa, 16 SEPTEMBER 2025 • 09:40 WIB

Zulkifli Hasan Harap Dana Rp200 Triliun Tak Lama Mengendap, Segera Salurkan ke Koperasi Desa

Author

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Foto: ANTARA.com)

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, berharap dana sebesar Rp200 triliun yang ditempatkan di bank-bank pemerintah dapat segera disalurkan.

Dana jumbo tersebut diharapkan mempercepat pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia. Program ini sebelumnya berjalan lambat, sejak resmi diluncurkan pada Juli lalu.

Program Koperasi Merah Putih digagas untuk meningkatkan ekonomi desa, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Baca juga: Jateng Catat Rekor Koperasi Merah Putih Terbanyak, Menko Zulhas Angkat Jempol

Inisiatif ini juga sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional naik dari kisaran 5% menjadi 8% dalam beberapa tahun mendatang.

“Dananya sudah tersedia di bank-bank pemerintah. Kami minta percepatan pencairan pinjaman. Jangan sampai uangnya hanya mengendap terlalu lama,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menegaskan pemerintah menargetkan 16.000 koperasi bisa mendapatkan pendanaan pada akhir bulan ini.

Dana Rp200 Triliun untuk Koperasi Desa

Pekan lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menempatkan dana Rp200 triliun di lima bank pemerintah. Dana ini dialokasikan khusus untuk penyaluran kredit kepada koperasi desa.

Koperasi penerima dana nantinya akan mengelola usaha beragam, mulai dari penjualan kebutuhan pokok, distribusi gas, penyediaan pupuk bersubsidi, hingga sektor usaha lain yang mendukung perekonomian desa.

Baca juga: Menteri Purbaya Sebut Dana Pemerintah Rp200 T Dialirkan ke Bank

Setiap koperasi berhak mengajukan pinjaman maksimal Rp3 miliar dengan bunga yang dibatasi hanya 6%.

Hingga pertengahan September, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Syariah Indonesia, telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 koperasi yang memenuhi syarat dan berpotensi meminjam hingga Rp1,06 triliun.

Dukungan Pemerintah dan Bank Sentral

Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, berbicara kepada wartawan setelah upacara pelantikannya di Istana Kepresidenan di Jakarta, Indonesia, pada 8 September 2025. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa bank-bank BUMN bisa menurunkan bunga simpanan pemerintah jika dana tersebut benar-benar tersalurkan ke koperasi.

Dengan begitu, dana tidak hanya berhenti di perbankan, melainkan langsung menyentuh masyarakat desa melalui koperasi.

Baca juga: Ini Alasan Purbaya Tarik Dana Rp200 Triliun di Bank Indonesia, Sudah Dapat Izin Presiden Prabowo

Selain itu, bank sentral telah menyepakati skema pembagian beban bersama Kementerian Keuangan.

Skema ini akan membantu menanggung sebagian biaya agar penyaluran dana ke koperasi lebih lancar dan tidak memberatkan perbankan.

Program koperasi desa melalui dana Rp200 triliun ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU