Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 10:25 WIB

Sri Mulyani Dicopot dari Menteri Keuangan, Rupiah Langsung Tertekan

Author

Sri Mulyani. (REUTERS/Willy Kurniawan)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto telah membuat keputusan dengan mencopot Sri Mulyani Indrawati dari kursi Menteri Keuangan.

Keputusan mendadak ini, langsung mengguncang pasar keuangan. Investor menilai, kredibilitas fiskal yang selama ini dibangun, berpotensi melemah akibat rencana belanja pemerintah yang dianggap populis serta berbiaya tinggi.

Rupiah Melemah dan IHSG Turun

Dampak keputusan ini langsung terasa di pasar. Pada Selasa (9/9/2025), rupiah melemah lebih dari 1 persen dan sempat menyentuh Rp16.440 per dolar AS, turun 0,9 persen dibanding sebelumnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2 Juta Hingga BI Targetkan Rupiah Menguat

Bank Indonesia pun harus turun tangan, menahan gejolak dengan melakukan intervensi di pasar, termasuk membeli obligasi pemerintah bertenor panjang.

Tak hanya rupiah, pasar saham juga ikut tertekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 1 persen. Saham-saham perbankan menjadi penyumbang terbesar pelemahan indeks tersebut.

Reputasi Sri Mulyani di Mata Investor

Sri Mulyani merupakan salah satu Menteri Keuangan dengan masa jabatan terlama di Indonesia yang menjabat dalam tiga periode berbeda.

Reputasinya yang baik di mata investor membuat kepergiannya memicu kekhawatiran.

Baca juga: Pesan Sri Mulyani kepada Purbaya sebagai Menkeu Baru: Lanjutkan Tugas dengan Amanah

“Selama ini Sri Mulyani menjadi penjamin kebijakan fiskal yang hati-hati,” ujar Hasnain Malik, analis ekuitas dan geopolitik di Tellimer.

“Kehilangannya menimbulkan keraguan akan potensi defisit yang melebar, terutama jika belanja negara tidak terkendali di bawah Presiden Prabowo,” tambahnya.

Tantangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, berbicara kepada wartawan setelah upacara pelantikannya di Istana Kepresidenan di Jakarta, Indonesia, pada 8 September 2025. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, seorang ekonom yang menjanjikan pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

Namun, pergantian ini terjadi di saat yang penuh tekanan bagi pemerintahan Prabowo. Selama dua pekan terakhir, gelombang demonstrasi dan kerusuhan merebak, dipicu tuntutan reformasi pajak yang lebih adil.

Baca juga: Wabup Ulfiyah Tinjau Dapur MBG di Situbondo, Pastikan Sesuai SOP dan Dorong Pangan Lokal

Di sisi lain, program unggulan Presiden Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk lebih dari 80 juta masyarakat terus menemui banyak kendala di tahun pertamanya.

Situasi ini, membuat beban ekonomi dan politik semakin berat di tengah perhatian pasar internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU