INDOZONE.ID - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar alat canggih yang identik dengan perusahaan besar. Bagi pelaku bisnis kuliner, AI justru bisa menjadi asisten agar bisnisnya tetap bertahan dan berekspansi.
Hal inilah yang dirasakan oleh Efa, pemilik usaha Mie Aceh 769 Pijay di kawasan Jakarta Selatan. Efa berhasil mengembangkan bisnis kuliner khas Pidie Jaya dengan bantuan teknologi hingga membuka cabang baru.
Efa mengaku memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant sebagai asisten sehari-hari untuk melayani pelanggan.
Ia juga merasa lebih mudah untuk memahami kondisi bisnisnya dan bisa mendapat insight untuk ekspansi usaha kulinernya berdasarkan data.
Baca juga: Mengenal 4 Pilar Strategi Inovasi Kota untuk Pikat Investasi Global
“Awalnya saya memanfaatkan tombol petunjuk instan pada halaman wawasan toko. Di halaman ini saya mendapatkan penjelasan yang memuaskan mengenai performa usaha dan lebih terbantu dalam membaca kondisi toko dan menentukan langkah yang perlu diambil,” ujarnya saat ditemui, baru-baru ini.
Selanjutnya, Efa juga merasa tak kerepotan dalam mengolah data penjualan secara manual. Ia bisa langsung mendapatkan penjelasan mengenai kondisi penjualan dan rekomendasi langkah yang perlu dilakukan.
Kemudahan ini juga membuatnya lebih cepat membaca peluang baru maupun tantangan yang dihadapi usahanya sehari-hari. Ia juga bisa lebih detail memantau usaha kulinernya, seperti melakukan analisis biaya dan lainnya.
Bahkan saat berniat untuk ekspansi membuka cabang baru, Efa memanfaatkan AI untuk memetakan wilayah potensial yang sesuai dengan kemampuan operasional.
Baca juga: Pembelian Saham oleh Jajaran Direksi AMMN Jadi Perhatian Investor, Ini Kata Analis
Hasilnya, rencana ekspansi yang sebelumnya membutuhkan banyak pertimbangan kini bisa dilakukan dengan lebih percaya diri.
Cabang baru Mie Aceh 769 Pijay pun berhasil dibuka dan kini telah beroperasi penuh. Usaha kulinernya ini juga sering disebut sebagai hidden gem di Jaksel dan kerap di-review oleh beberapa content creator.
Di sini juga tersedia berbagai menu masakan khas Aceh yang bisa dibilang enak. Mulai dari Mie Aceh, Nasi Goreng Aceh, Sop Iga, Martabak khas Aceh, juga aneka kopi dan minuman favorit orang Aceh.
Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri menilai bahwa teknologi seharusnya dapat membantu pelaku usaha berkembang tanpa harus terasa rumit.
Baca juga: Komitmen Pemberdayaan Ekonomi Syariah Akar Rumput PNM Raih Penghargaan Bergengsi
"Kami ingin setiap pelaku usaha, terlepas dari skala bisnisnya, dapat memanfaatkan teknologi untuk menemukan solusi atas tantangan yang mereka hadapi, meningkatkan kinerja usaha, dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar," kata Melinda.
Tren pemanfaatan teknologi AI ini pun terbukti terus meningkat. Hingga Mei 2026, sebanyak 59,2 persen merchant baru GrabFood yang bergabung sejak awal tahun tercatat aktif menggunakan Asisten AI.
Bahkan dalam waktu kurang dari lima bulan, para pelaku usaha kuliner telah berinteraksi dengan AI lebih dari satu juta kali, dengan total 1.083.425 pesan masuk.
Tingginya penggunaan ini menunjukkan bahwa AI kini semakin relevan bagi pelaku usaha kuliner. Mereka harus bergerak cepat menghadapi perubahan tren konsumen, persaingan menu, hingga strategi promosi yang selalu baru.
Baca juga: Seru, Pesta Bola Dunia 2026 Turut Ramaikan Dunia Crypto!
Bahkan pemanfaatan fitur AI semakin meluas di berbagai kota besar di Indonesia. Jakarta mencatat penggunaan tertinggi dengan lebih dari 213 ribu pelaku usaha kuliner aktif, serta 362 ribu pesan masuk.
Di luar Jakarta, kota-kota seperti Surabaya, Bandung, Medan, Yogyakarta, dan Bali juga menunjukkan pemanfaatan yang kuat. Terutama dalam mendukung pengelolaan menu, respons terhadap ulasan pelanggan, serta pengambilan tindakan bisnis melalui asisten AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan