Minggu, 24 MEI 2026 • 10:00 WIB

KrediOne Raih Digital Brand Award 2026, Perkuat Reputasi dan Kepercayaan Publik di Industri Pindar

Author

KrediOne meraih penghargaan Digital Brand Award 2026. (Ist)

INDOZONE.ID — Platform pinjaman daring (pindar) KrediOne kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Digital Brand Award 2026 untuk kategori fintech peer-to-peer lending. Penghargaan tersebut diberikan oleh InfoBank bersama Isentia dalam acara yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 22 Mei 2026.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan KrediOne dalam membangun reputasi digital, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan inovasi layanan keuangan berbasis teknologi dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik.

Sebagai perusahaan fintech yang terus berkembang di industri pinjaman daring, KrediOne dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kepatuhan regulasi, dan perlindungan konsumen. 

Perusahaan juga terus memperkuat strategi branding digital yang didukung inovasi teknologi dan sistem manajemen risiko yang terintegrasi.

Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk kepercayaan publik sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan layanan pembiayaan digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Baca juga: Pahami Perbedaan Fintech dan Pinjol Biar Gak Salah Pilih dan Gak Terjebak Utang Berbahaya

Menurutnya, membangun sebuah brand di industri keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan popularitas perusahaan, tetapi juga soal menjaga integritas, kualitas layanan, serta komitmen terhadap perlindungan konsumen.

“Kami melihat kepercayaan sebagai fondasi utama bisnis. Karena itu, pertumbuhan perusahaan harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang kuat, kepatuhan regulasi, dan keberlanjutan industri,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Fokus pada Governance, Risk, and Compliance

Di tengah dinamika industri fintech yang semakin kompetitif, KrediOne menempatkan aspek Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai fondasi utama operasional perusahaan.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan terus memperkuat pengawasan internal, sistem mitigasi risiko, hingga kualitas layanan pelanggan guna menjaga stabilitas bisnis sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pengguna layanan.

KrediOne juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan machine learning untuk mendukung proses credit scoring, risk assessment, serta optimalisasi pengalaman pengguna secara menyeluruh.

Teknologi tersebut dinilai membantu perusahaan meningkatkan akurasi analisis kredit sekaligus mempercepat proses layanan pembiayaan digital yang lebih efisien dan aman.

Dorong Literasi Keuangan dan Pembiayaan Inklusif

Selain fokus pada pengembangan bisnis, KrediOne juga aktif menjalankan berbagai program edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan digital.

Baca juga: Jenis Aplikasi Finansial yang Wajib Ada di HP, Bisa Bantu Kelola Keuangan!

Perusahaan mendorong masyarakat agar lebih memahami penggunaan layanan pinjaman daring legal secara bijak, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya praktik pinjaman online ilegal.

Ke depan, KrediOne menyatakan komitmennya untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat underserved dan underbanked, termasuk sektor UMKM yang membutuhkan akses pendanaan yang lebih mudah dan cepat.

Perusahaan juga berencana memperkuat kolaborasi strategis bersama regulator dan mitra ekosistem keuangan digital guna mendukung pertumbuhan industri fintech yang sehat dan berkelanjutan.

Digital Brand Award 2026 yang diselenggarakan oleh InfoBank dan Isentia menggunakan sistem analisis berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memantau dan mengukur sentimen publik terhadap berbagai brand di industri digital.

Penilaian dilakukan melalui pemrosesan data multi bahasa yang mengklasifikasikan sentimen publik ke dalam lima kategori, mulai dari sangat negatif hingga sangat positif.

Hasil analisis kemudian disajikan melalui dashboard real-time yang menampilkan tren percakapan, indeks reputasi, hingga visualisasi data seperti heatmap, grafik, dan word cloud untuk mengukur kekuatan reputasi digital sebuah perusahaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU