INDOZONE.ID - Pernahkah kamu menyadari saat berbelanja di minimarket atau supermarket, barang-barangnya selalu tertata dengan pola tertentu? Misalnya, rak roti tawar yang selalu berdekatan dengan selai dan mentega, atau barang-barang promo yang selalu ada di rak paling depan.
Penataan letak barang dagangan ini ternyata tidak dilakukan sembarangan, lho! Ada ilmu dan strategi visual di baliknya yang disebut dengan planogram. Buat kamu yang sedang merintis bisnis ritel atau toko kelontong modern maupun sedang bekerja di industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods), yuk pelajari lebih dalam mengenai apa itu planogram, fungsi, contoh, hingga cara menyusunnya!
Baca juga: Viral Karyawan Unjuk Skill Susun Barang di Rak Minimarket dengan Cepat, Gak Capek dan Hasilnya Rapi!
Apa Itu Planogram?
Secara sederhana, planogram adalah sebuah diagram, skema, atau representasi visual yang digunakan untuk merencanakan tata letak produk secara detail di rak-rak toko ritel fisik.
Planogram berfungsi sebagai panduan baku bagi tim merchandiser atau pramuniaga toko agar tahu persis di mana sebuah produk harus diletakkan, berapa jumlahnya, dan di rak sebelah mana posisinya. Tujuan utamanya tentu saja untuk memaksimalkan efisiensi ruang toko sekaligus memancing pembeli agar berbelanja lebih banyak.
Fungsi dan Manfaat Planogram
Penggunaan planogram bukan sekadar agar toko terlihat estetik, tetapi juga berdampak langsung pada omzet penjualan. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:
- Memaksimalkan Penggunaan Ruang
Sewa toko itu mahal. Planogram memastikan setiap jengkal ruang di toko digunakan secara maksimal untuk area berjualan. - Meningkatkan Penjualan (Cross-Selling)
Penempatan produk diatur sedemikian rupa untuk memancing pembelian impulsif. Barang bernilai jual tinggi umumnya ditempatkan sejajar dengan pandangan mata (eye-level). - Memberikan Pengalaman Belanja yang Menyenangkan
Tata letak yang rapi dan logis membuat konsumen tidak pusing saat mencari barang. Hati yang senang saat berbelanja berpotensi meningkatkan jumlah transaksi. - Memudahkan Kontrol Stok (Inventori)
Memudahkan karyawan toko untuk mengecek barang mana yang sudah mau habis (out-of-stock) dan mempercepat proses restocking. - Konsistensi Merek
Memastikan tampilan produk (display) selalu seragam di berbagai cabang toko yang berbeda.
Baca juga: Seram! Barang-barang di Rak Minimarket Ini Tiba-tiba Terlempar Sendiri
Manfaat Planogram Bagi Ritel Maupun Konsumen
| Manfaat bagi Pemilik Toko / Ritel | Manfaat bagi Konsumen |
| Memudahkan staf melakukan restock barang. | Mudah menemukan barang yang sedang dicari. |
| Mencegah kerugian akibat barang kehabisan stok. | Memberikan ide belanja tambahan (produk komplementer). |
| Meningkatkan omzet melalui teknik cross-selling. | Pengalaman keliling toko terasa lebih nyaman dan estetik. |
Jenis-Jenis Planogram
Berdasarkan cara pembuatan dan skala bisnisnya, planogram secara umum dapat dibagi menjadi dua jenis:
- Planogram Manual (Konvensional)
Biasanya digunakan oleh pemilik toko kelontong atau minimarket rumahan. Pembuatannya sangat sederhana dengan pendekatan Do-It-Yourself (DIY), yakni menggunakan kertas, pulpen, penggaris, atau memanfaatkan spreadsheet sederhana seperti Microsoft Excel untuk membuat tabel pendataan dan denah rak. - Planogram Digital (Software)
Digunakan oleh hypermarket atau perusahaan ritel besar berskala nasional. Mereka menggunakan software khusus (seperti DotActiv, ShopShape, JDA, atau SmartDraw) yang mampu membuat visualisasi rak 3D dan terintegrasi langsung dengan data analisis penjualan toko.
Contoh Penerapan Planogram di Toko
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah beberapa contoh penerapan planogram dalam kehidupan sehari-hari yang pasti sering kamu temui:
- Produk Komplementer (Saling Melengkapi)
Menaruh produk meses, selai, dan mentega tepat di samping atau di bawah rak roti tawar. Konsumen yang awalnya cuma mau beli roti, kemungkinan besar akan ikut mengambil selai. - Visual Tema & Warna
Menyusun kaus kaki di rak gantung berdasarkan gradasi warna pelangi, atau menyusun buku-buku di toko buku sesuai dengan abjad nama penulis agar rapi secara visual. - Penempatan Barang Baru
Produk yang baru dirilis atau barang promo selalu diletakkan di rak ujung lorong (end-cap) atau di bagian paling depan yang mudah dilalui konsumen.
Contoh Tampilan Lorong A: Makanan Ringan & Minuman (Fokus Cross-Selling)
Rak ini didesain untuk memancing pembelian impulsif.
| Posisi Rak | Tatanan Produk di Gondola Sisi Kanan (Camilan & Roti) | Logika Planogram & Cross-Selling |
| Rak Teratas | Keripik pedas level tinggi kemasan besar (niche), kacang atom kemasan premium. | Produk Niche/Margin Tinggi: Produk yang bukan untuk semua orang, tapi marginnya besar. |
| Rak Atas | Biskuit kaleng (premium), wafer kemasan kotak, cokelat bar premium. | Produk Premium/Hadiah: Menarik mata orang dewasa yang mencari camilan berkualitas. |
| Rak Tengah (Eye-Level) | Keripik Kentang (Merek Terkenal), Wafer/Biskuit terlaris, Snack Ekstrudat (Margin Tinggi). | Produk Terlaris/Impulsif: Keripik kentang dan biskuit terpopuler diletakkan di sini untuk langsung terlihat dan diambil. |
| Rak Bawah | Snack kemasan renteng (murah), kerupuk kemasan plastik besar. | Produk Murah/Volume Besar: Snack renteng menarik untuk anak-anak, diletakkan di bawah agar terjangkau pandangan mata mereka. |
| Rak Dasar | Air mineral galon kecil, minuman bersoda botol besar. | Produk Berat: Memudahkan staf saat restock dan konsumen saat mengambil produk volume besar. |
Contoh Cross-Selling di rak ini: Di ujung lorong (end-cap), terdapat rak khusus roti tawar. Di samping roti tawar, diletakkan selai coklat, mentega, dan messes.
Tampilan Lorong B: Sembako & Kebutuhan Dapur (Fokus pada Aturan Khusus)
Ini adalah denah tampak depan rak (bay) yang memanjang. Rak ini didesain untuk memaksimalkan penjualan dan menjaga kualitas produk sensitif.
Konsep Penyusunan: Kategori Kebutuhan Pokok.
| Posisi Rak | Tatanan Produk di Gondola Sisi Kiri (Sembako & Bumbu) | Logika Planogram & Visual Merchandising |
| Rak Teratas (Sulit Dijangkau) | Margarin sachet kecil, bumbu tabur botol kecil (kaca), santan kara kotak kecil. | Margin Rendah/Produk Kecil: Barang ringan, pelengkap, bukan tujuan utama, diletakkan di atas agar tidak menutupi pandangan ke produk utama. |
| Rak Atas (Sedikit di atas pandangan mata) | Kecap manis botol (Pouch & Botol plastik) berbagai merek, saus sambal botol. | Produk Populer/Margin Sedang: Merek-merek terkenal yang pasti dicari orang. Kemasan pouch diletakkan rapi, kemasan botol plastik di depan. |
| Rak Tengah (Eye-Level - Pandangan Mata) | Minyak Goreng Kemasan Pouch (1L & 2L), Minyak Goreng Botol (Merek Premium/Margin Tinggi). | Minyak Goreng Area: Diletakkan di Eye Level karena produk tujuan utama dan marginnya cukup baik. ⚠️ ATURAN KHUSUS: Rak ini dipastikan TIDAK berada di bawah hembusan langsung AC. Suhu stabil agar minyak tidak membeku. |
| Rak Bawah (Mudah Dijangkau Anak-anak/Orang Dewasa menunduk) | Tepung terigu kemasan 1kg, gula pasir kemasan 1kg, garam dapur. | Produk Berat/Bulk: Barang berat dan volumenya besar diletakkan di bawah untuk keseimbangan rak dan memudahkan pengambilan produk berat. |
| Rak Dasar (Paling Bawah/Lantai) | Beras kemasan 5kg, minyak goreng jerigen 5L (jika ada). | Produk Sangat Berat: Produk terberat diletakkan di paling dasar demi keamanan. |
Contoh Tampilan Area Kasir & Impulse Buy (Area Kritis)
Ini adalah area terakhir yang dilihat konsumen, didesain untuk pembelian menit-menit terakhir.
| Posisi Area | Tatanan Produk di Meja Kasir | Logika Planogram & Impulse Buy |
| Counter Depan Kasir | Permen mentol, permen karet, cokelat bar kecil, hand sanitizer kecil, baterai. | Produk Impulsif Kecil: Harga murah, ukuran kecil, konsumen mengambil tanpa berpikir panjang saat antre. |
| Rak Showcase (Pendingin pintu kaca) | Ready-to-Drink / Ready-to-Eat: Air mineral dingin, jus, teh botol, susu pasteurisasi, yogurt pot, roti sandwich dingin. | Produk Sensitif Suhu: ⚠️ ATURAN KHUSUS: Showcase khusus untuk minuman dan makanan yang butuh suhu dingin agar awet dan enak saat langsung dikonsumsi. |
| Rak Rokok (Di belakang Kasir) | Berbagai merek rokok, korek api. | Produk Terkontrol: Rokok diletakkan di belakang kasir untuk keamanan dan kontrol penjualan (hanya untuk 21+). Korek api diletakkan berdekatan (cross-selling). |
Penataan produk di minimarket. (chatgpt.com/DALL-E)
Bagaimana Cara Menyusun Planogram?
Membuat planogram tidak bisa sembarangan. Jika kamu ingin mulai menerapkannya untuk tokomu, ikuti langkah-langkah sistematis berikut ini:
1. Lakukan Analisis Data
Sebelum menata barang, kumpulkan data penjualanmu terlebih dahulu. Cari tahu produk apa yang paling laris (best-seller), produk apa yang sering dibeli secara bersamaan, dan bagaimana alur lalu lintas (jalan) konsumen saat memasuki tokomu.
2. Kelompokkan Produk (Kategorisasi)
Satukan barang-barang berdasarkan kategori atau fungsinya. Jangan mencampur sabun mandi di lorong yang sama dengan camilan. Hindari juga mencampur barang dengan aroma tajam (seperti detergen) di dekat produk makanan segar.
3. Desain Tata Letak dan Ketinggian Rak
Tentukan di mana setiap produk akan berlabuh. Ingat rumus dasar visual merchandising ini:
- Rak Bawah: Untuk produk berukuran besar, berat, atau produk curah.
- Rak Tengah (Eye-Level): Untuk produk unggulan, produk paling dicari, atau produk dengan keuntungan paling besar.
- Rak Atas: Untuk produk berukuran kecil, produk premium, atau produk yang lebih jarang dicari.
4. Implementasi dan Pelatihan Karyawan
Setelah skema planogram selesai digambar (baik di kertas maupun di komputer), bagikan panduan tersebut ke staf toko. Berikan pelatihan agar mereka paham alasan di balik tata letak tersebut, sehingga mereka tidak menaruh barang secara sembarangan saat restock.
5. Pemantauan dan Evaluasi
Tren belanja konsumen selalu berubah. Tarik laporan penjualanmu setiap bulan dan bandingkan dengan planogram yang ada. Jika ada letak produk yang dirasa kurang maksimal, jangan ragu untuk merombak dan mengoptimalkannya kembali.
Baca juga: Wanita Ini Tuai Kritik Usai Tenggak Minuman Lalu Kembalikan Lagi ke Rak Minimarket
Aturan Khusus Penataan Produk Sensitif (Do's and Don'ts)
Selain produk kering dalam kemasan, toko kelontong modern atau minimarket juga menjual produk sensitif yang tata letaknya tidak boleh sembarangan karena dipengaruhi oleh suhu dan sifat zat produk itu sendiri. Berikut adalah panduan penempatannya:
1. Minyak Goreng (Hindari Hembusan AC)
Sering kali staf toko salah meletakkan minyak goreng terutama berbahan kelapa sawit tepat di rak bawah yang terkena hembusan angin AC atau di dekat pintu pendingin. Suhu yang terlalu dingin akan membuat minyak menjadi keruh, menggumpal, atau membeku putih.
Akibatnya, konsumen akan enggan membeli karena mengira minyak tersebut rusak, kotor, atau sudah kedaluwarsa. Minyak goreng wajib diletakkan di rak bersuhu ruang yang stabil.
2. Produk untuk Lemari Pendingin (Chiller/Showcase)
Tidak semua makanan ringan harus masuk ke showcase. Rak pendingin kaca sebaiknya dikhususkan untuk produk yang memang butuh suhu dingin agar awet atau produk yang dibeli untuk langsung dikonsumsi (ready-to-drink / ready-to-eat). Contohnya: susu segar (pasteurisasi), yogurt, minuman ringan (air mineral, teh, jus, soda), es krim (wajib di freezer khusus), mentega, dan beberapa jenis cokelat batangan agar tidak meleleh di suhu ruangan.
3. Penataan Buah-buahan Segar:
Area buah (fresh produce) harus menjadi pusat perhatian pertama karena warna-warninya memberikan kesan segar pada toko. Aturannya:
- Suhu Ruang vs Pendingin
Buah tropis dengan kulit tebal (seperti pisang, melon utuh, pepaya, dan jeruk) cukup diletakkan di keranjang bersuhu ruang dengan sirkulasi udara yang baik. Sebaliknya, buah berkulit tipis (anggur, beri-berian, apel, pir) dan buah yang sudah dikupas/dipotong wajib masuk ke dalam showcase pendingin agar tidak cepat layu dan busuk. - Pemisahan Gas Etilen
Jauhkan pisang dan apel dari buah-buahan lain yang cepat matang. Pisang dan apel menghasilkan gas etilen alami yang bisa membuat buah di sekitarnya menjadi lebih cepat busuk. - Bebas Bau
Jauhkan area buah segar dari lorong produk beraroma tajam seperti sabun mandi, detergen, atau rak daging mentah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber