INDOZONE.ID - Produk furniture buatan dalam negeri gak kalah menarik dari furnitur ekspor. Apalagi sekarang sudah banyak produksi furniture yang dipadu teknologi.
Para kolektor furniture maupun pebisnis bisa menikmati beragam model furniture, mengenali tren dan hal menarik lainnya dalam Pameran Internasional Komponen Manufaktur Furnitur dan Mesin Pengerjaan Kayu Jakarta (IFMAC WOODMAC 2025) ke-12. Hari ini pameran resmi dibuka pada hari ini di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan jadwal pelaksanaan dari 24-27 September 2025.
Pameran ini mempresentasikan berbagai teknologi dan solusi yang ada di sepanjang proses produksi kayu. Termasuk teknologi kehutanan hingga produksi furnitur berkualitas.
Baca juga: Soal Merger dengan Pelita, Direktur Garuda Indonesia: Sepenuhnya Wewenang Pemegang Saham
Ada Apa Aja di Pameran?
Pengunjung berkesempatan melihat demonstrasi langsung seperti mesin CNC, peralatan untuk finishing permukaan, dan solusi yang berfokus pada efisiensi energi. Selain itu, terdapat area khusus yang memfokuskan pada material yang ramah lingkungan, seperti perekat, pelapis, dan produk kayu yang berkelanjutan.
Pameran ini juga dilengkapi dengan beberapa kegiatan pendukung, seperti Indonesia - China Woodworking Cooperation Forum, yang mencakup sesi seminar dengan topik pertukangan kayu 4.0, produksi yang berkelanjutan, dan perkembangan pasar global yang dipandu oleh para ahli.
Kemudian juga tersedia fasilitas untuk pertemuan langsung yang bertujuan mempertemukan produsen, distributor, dan pembeli guna mengembangkan kerja sama di industri ini.
Para pengunjung, termasuk produsen furnitur, pengolah kayu, desainer interior, dan pedagang, akan merasakan platform dinamis yang dirancang untuk memberikan nilai langsung, di mana mereka dapat mengakses teknologi mutakhir seperti mesin pemrosesan primer dan sekunder, perangkat lunak produksi, dan hasil akhir yang ramah lingkungan.
Peluang Bisnis
Pameran ini menghadirkan peluang jejaring yang tak tertandingi untuk terhubung dengan para pemimpin industri global, importir, eksportir, dan produsen lokal, yang memungkinkan terjalinnya kemitraan strategis.
Acara ini juga menyajikan beberapa presentasi teknis dan seminar yang membahas topik keberlanjutan serta tren di tingkat global, sehingga memberikan gambaran tentang kondisi pasar.
Melalui kegiatan ini, pengunjung memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan pihak-pihak penting dalam industri, yang dapat membantu mereka dalam menjalin kerja sama, mengembangkan pasar, dan memperkuat posisi merek dalam lingkungan bisnis di Indonesia.
Rini Sumardi, Presiden Direktur PT Wahana Kemalaniaga Makmur, mengungkapkan bisnis furniture dalam negeri perlu diberdayakan. Agar bisa memimpin pasar furnitur dan pertukangan kayu Indonesia yang dinamis.
“Dengan menyatukan inovator global dengan keahlian lokal, kami mendorong kemajuan teknologi dan pertumbuhan berkelanjutan, memposisikan Indonesia sebagai pemimpin global,” katanya di Jakarta.
Jangkau Teknologi Global
Sementara itu, Wiradadi juga menekankan bahwa pameran ini menjadi akses penting bagi produsen nasional guna menjangkau teknologi global dan meningkatkan daya saing sektor tersebut.
"Industri perkayuan terus berkembang dan menuntut solusi produksi yang semakin canggih. IFMAC WOODMAC 2025 menjadi akses penting bagi produsen nasional untuk menjangkau teknologi global dan meningkatkan daya saing sektor ini. Karena itu, para anggota ISWA menyambut baik kesempatan berinteraksi dengan peserta pameran dan pengunjung," ujar Ketua Umum ISWA (Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia), Ir. H.M. Wiradadi Soeprayogo, di acara yang sama.
Baca juga: Indonesia dan Turki Perkuat Kerja Sama Industri untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Seiring dengan semakin aktifnya Indonesia memperkuat posisinya sebagai eksportir produk berbasis kayu di pasar global, keberadaan IFMAC WOODMAC menjadi semakin strategis dalam mendukung industri kita agar tetap unggul dalam penerapan praktik manufaktur yang efisien dan berkelanjutan serta pengembangan inovasi di bidang teknologi produksi panel.
Pameran ini berperan sebagai wadah pertemuan penting bagi para pelaku industri, mulai dari pemasok, pembeli, hingga pemimpin dalam segmen panel kayu.
Perusahaan-perusahaan tersebut menyadari kebutuhan untuk terus maju dalam industri furnitur dan pengolahan kayu yang terus berkembang, sehingga mereka menggunakan pameran ini sebagai sarana untuk menampilkan inovasi terbaru, memperkokoh hubungan dengan pelaku industri, serta mencari peluang bisnis yang baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan