Industri Bisnis Buku Indonesia Makin Lesu ini penyebabnya (freepik)
INDOZONE.ID - Tahukah kamu, akhir-akhir ini, bisnis industri buku di Indonesia sedang menghadapi kondisi yang cukup berat.
Jadi, di tengah gempuran konten digital yang serba cepat, buku makin sulit menarik perhatian pembaca.
Hal tersebut membuat beberapa toko buku besar harus menutup gerainya sekaligus bisnis buku melesu.
Kondisi ini tentu bukan terjadi begitu saja, ada banyak faktor yang ikut memengaruhi.
Bahkan, dampaknya pun tidak hanya dirasakan oleh penerbit dan toko buku, tetapi juga oleh para penulis yang menggantungkan hidupnya dari karya yang mereka buat.
Lantas apa saja penyebab dan bagaimana dampaknya bagi penulis? Berikut penjelasan lengkapya:
Kamu harus tau lesunya industri buku fisik tidak terjadi secara tiba-tiba.
Salah satu penyabab awalnya adalah datang saat pandemi, ketika toko buku fisik tutup, hingga aktivitas belanja secara langsung masyarakat terbatas.
Selain itu hal ini di perkuat adanya Survei IKAPI mencatat 58,2 persen penerbit mengalami penurunan penjualan lebih dari 50 persen selama pandemi, sementara 29,6 persen lainnya turun sekitar 31-50 persen.
Dampak itu tidak langsung pulih meski aktivitas masyarakat sudah kembali normal.
Selain itu, perubahan gaya hidup digital juga ikut menggeser posisi buku cetak.
Banyak orang kini lebih mudah menghabiskan waktu untuk video pendek, media sosial, podcast, atau konten hiburan yang cepat dikonsumsi hingga minat banyak berkurang.
Berdasarkan data dari UNESCO yang banyak dikutip, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen.
Artinya, dari seribu orang Indonesia, hanya satu orang yang benar-benar memiliki kebiasaan membaca
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Organisasisetda.bulelengkab.go.id