Senin, 06 APRIL 2026 • 08:38 WIB

LPG 3 Kg Diawasi Ketat, Pertamina dan ESDM Turun Lapangan

Author

Pertamina dan Dirjen Migas inspeksi langsung distribusi LPG 3 kg di Bekasi dan Jakarta Utara, 3–4 April 2026. (Dok. Humas Pertamina Patra Niaga)

INDOZONE.ID - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) menggelar inspeksi langsung ke titik-titik distribusi LPG 3 kg.

Pengecekan berlangsung di Bekasi dan Jakarta Utara pada 3–4 April 2026, mulai dari SPBE hingga pangkalan gas tingkat bawah.

Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman turun langsung ke lapangan bersama jajaran direksi Pertamina Patra Niaga, termasuk Direktur Pemasaran Retail Eko Ricky Susanto dan EGM Regional JBB Freddy Anwar

Hari pertama, Jumat (3/4/2026), tim menyambangi SPBE PT Sapta Arta Setia di Bekasi.

Mereka memeriksa sarana dan fasilitas operasional.

Baca juga: Harga BBM Terbaru 1 April 2026: Lengkap dari Pertamina, Shell, Vivo, dan BP

Setelah itu, inspeksi berlanjut ke tiga pangkalan LPG, milik Suwondo, Herman, dan Sriyatun untuk memastikan berat dan kuantitas tabung 3 kg sesuai ketentuan.

Berat tabung jadi perhatian utama, karena praktik pengurangan isi tabung gas subsidi masih menjadi temuan rutin di lapangan di berbagai daerah.

Tanjung Priok Jadi Titik Kritis Distribusi Jakarta

Hari kedua, Sabtu (4/4/2026), giliran Tanjung Priok, Jakarta Utara yang ditinjau. Lokasi ini bukan pilihan sembarangan, karena Tanjung Priok adalah salah satu hub logistik terbesar Indonesia, dan posisi strategisnya membuat SPBE Pertamina Trading and Services di sana jadi titik vital penyaluran LPG ke wilayah ibu kota.

Di sana, tim juga mengecek tiga pangkalan: milik Sumaryono, Lusy Vebriana, dan Hioe Muk Sien.

Pemantauan difokuskan pada kualitas, kuantitas, dan kelancaran pasokan di level paling bawah, tempat warga langsung beli gas.

EGM Pertamina Patra Niaga Regional JBB Freddy Anwar menegaskan komitmen pengawasan menyeluruh dari hulu ke hilir distribusi.

"Pertamina memastikan pasokan LPG, terutama LPG 3 kg, tetap tersedia dengan baik di lapangan. Hal ini dikarenakan kami terus melakukan pemantauan secara rutin di seluruh jalur distribusi, mulai dari terminal, SPBE, hingga pangkalan gas LPG. Dengan upaya ini, masyarakat dapat memperoleh LPG dengan mudah sekaligus dapat menggunakannya secara bijak," ujar Freddy.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB Susanto August Satria menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting.

*"Kunjungan ini menunjukkan sinergi dan pengawasan langsung bersama pemerintah dalam menjaga kelancaran dan kesiapan pasokan LPG. Pertamina Patra Niaga Regional JBB berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi secara merata dengan dukungan sistem distribusi yang terintegrasi serta pengawasan berkelanjutan,"* ujar Satria.

IT Manager Jakarta I Nyoman Adi Pradana menambahkan dimensi lain yang jarang disorot: peran infrastruktur teknologi informasi dalam rantai distribusi energi.

"Sebagai salah satu pusat distribusi energi, IT Jakarta memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi melalui kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran LPG ke berbagai wilayah. Pertamina memastikan setiap proses berjalan dengan baik dan terpantau, sehingga pasokan LPG dapat terus tersalurkan secara merata dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar I Nyoman.

Pasokan LPG di wilayah JBB diklaim dalam kondisi aman dan mencukupi.

Pertamina juga mengimbau masyarakat menggunakan LPG secara bijak, karena distribusi yang merata dimulai dari konsumsi yang wajar di setiap rumah tangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pertamina Patra Niaga

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU