Ilustrasi Pengertian Kasbon. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Di dunia kerja, istilah kasbon sudah jadi kata yang cukup akrab di telinga. Mulai dari karyawan pabrik, pegawai kantor, sampai UMKM, hampir semua pernah dengar atau bahkan ngalamin sendiri urusan kasbon.
Biasanya, muncul waktu kondisi kepepet. Seperti ada kebutuhan mendadak, tanggal gajian masih lama, tapi dompet sudah tipis.
Masalahnya, kasbon sering dianggap sepele. Sekali dikasih, lama-lama jadi kebiasaan. Di sinilah banyak perusahaan dan pemilik bisnis mulai kelimpungan.
Nah, artikel ini bakal ngebahas tuntas soal kasbon, mulai dari pengertiannya, fungsinya di lingkungan kerja, bedanya dengan gaji, sampai contoh penerapannya yang sehat dan nggak bikin ribet dilansir dari YouTube/Adhitya Amidjaya.
Baca juga: Saham Suspend: Ketika Perdagangan Dihentikan Sementara dan Bikin Investor Deg-degan
Secara sederhana, kasbon adalah, uang pinjaman yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebelum waktu gajian tiba.
Uang ini sifatnya sementara, dan nantinya akan dipotong dari gaji karyawan di periode berikutnya, sesuai kesepakatan.
Kasbon biasanya diajukan karena kebutuhan mendesak, seperti biaya kesehatan, kebutuhan keluarga, atau keperluan penting lain yang nggak bisa ditunda.
Di banyak tempat kerja, kasbon dianggap sebagai bentuk empati dan kepedulian perusahaan terhadap kondisi karyawannya.
Tapi perlu dicatat, kasbon bukan hak karyawan. Kasbon adalah fasilitas atau bantuan, artinya boleh ada, boleh juga tidak, tergantung kebijakan perusahaan.
Kalau diatur dengan benar, kasbon sebenarnya punya fungsi yang cukup positif di dunia kerja.
Pertama, kasbon bisa jadi bentuk dukungan perusahaan ke karyawan. Saat karyawan merasa dibantu di masa sulit, loyalitas dan rasa memiliki terhadap perusahaan biasanya ikut naik.
Kedua, kasbon membantu karyawan tetap fokus bekerja. Bayangin kalau karyawan lagi pusing mikirin utang atau kebutuhan mendesak, fokus kerja pasti kebagi. Dengan kasbon, beban itu bisa sedikit berkurang.
Ketiga, kasbon bisa memperkuat hubungan kerja. Hubungan atasan dan bawahan jadi lebih manusiawi, nggak melulu soal target dan performa, tapi juga soal kepedulian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube