Minggu, 26 JULI 2026 • 13:20 WIB

Kenapa Gen Z Sulit Punya Tabungan? Ternyata Ini Penyebabnya

Author

Ilustrasi Gen Z Sulit Punya Tabungan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Gen Z dikenal sebagai generasi yang paling akrab dengan dunia digital.

Berbagai kemudahan mulai dari belanja online, pembayaran digital, hingga akses informasi keuangan, bisa didapat hanya lewat smartphone. Namun di balik itu, tak sedikit anak muda yang mengaku masih kesulitan memiliki tabungan.

Baca juga: Mau Liburan tapi Takut Boros? Coba Atur Budget Pakai Cara Ini

Ada berbagai faktor yang membuat generasi kelahiran 1997 hingga 2012 lebih sulit menyisihkan uang dibandingkan generasi sebelumnya. Mulai dari tekanan media sosial hingga biaya hidup yang terus meningkat, berikut beberapa penyebabnya.

Penyebab Gen Z Sulit Menabung

1. Gaya Hidup FOMO dan Tren Media Sosial

Media sosial menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan Gen Z. Setiap hari, berbagai konten tentang nongkrong di coffee shop, liburan, outfit terbaru, hingga gadget baru terus bermunculan.

Tanpa disadari, kondisi ini memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu keinginan untuk selalu mengikuti tren agar tidak merasa tertinggal.

Akibatnya, pengeluaran impulsif demi pengalaman atau sekadar mengikuti tren menjadi lebih sering terjadi dan perlahan mengurangi kemampuan untuk menabung.

Baca juga: Biar Gak Salah Atur Finansial! Ini Jenis-Jenis Kebutuhan Manusia yang Wajib Kamu Tahu

2. Penghasilan yang Masih Belum Stabil

Banyak Gen Z yang baru memulai karier sehingga pendapatan yang diterima belum terlalu besar. Sementara itu, kebutuhan hidup seperti biaya kos, makan, transportasi, hingga internet, sudah menghabiskan sebagian besar gaji.

Di sisi lain, tidak sedikit yang memilih bekerja sebagai freelancer atau memiliki side hustle dengan pendapatan yang berubah-ubah setiap bulan. Ketika pemasukan belum konsisten, menyisihkan uang secara rutin tentu menjadi tantangan tersendiri.

3. Mengandalkan Uang Sisa untuk Ditabung

Kesalahan yang masih sering terjadi adalah menjadikan tabungan sebagai sisa dari pengeluaran bulanan.

Banyak orang baru berpikir untuk menabung setelah membayar tagihan, makan, nongkrong, hingga belanja online. Sayangnya, ketika semua kebutuhan dan keinginan sudah terpenuhi, sering kali tidak ada uang yang tersisa untuk disimpan.

Baca juga: Tips Mudah Mencairkan Deposito, Simak Proses dan Syaratnya

4. Biaya Hidup Terus Meningkat

Harga kebutuhan pokok, biaya tempat tinggal, layanan kesehatan, hingga berbagai kebutuhan lainnya terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan pendapatan tidak selalu mengikuti laju inflasi.

Kondisi tersebut membuat sebagian anak muda merasa sulit menyisihkan uang karena sebagian besar penghasilan sudah habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

5. Belanja Digital dan Paylater Semakin Mudah Diakses

Kemudahan transaksi digital memang membuat aktivitas belanja menjadi lebih praktis. Ditambah lagi dengan berbagai promo cashback, diskon, hingga layanan buy now pay later (BNPL), masyarakat semakin terdorong untuk berbelanja.

Jika tidak digunakan dengan bijak, cicilan paylater yang menumpuk dapat mengurangi ruang dalam anggaran bulanan.

Baca juga: Jangan Sampai Terjebak Financial Distress, Kenali Penyebabnya

Kesulitan menabung memang menjadi tantangan yang dihadapi banyak Gen Z, apalagi di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan derasnya pengaruh media sosial.

Namun, dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan kebiasaan menyisihkan uang sejak awal menerima penghasilan, target memiliki tabungan tetap bisa diwujudkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU