INDOZONE.ID - Di tengah perubahan pola konsumsi dan shifting media promosi ke platform digital seperti TikTok, YouTube, atau Instagram, kebutuhan akan agency yang benar-benar paham lanskap digital semakin tinggi.
Itulah mengapa banyak brand dan perusahaan besar kini mulai bergantung pada digital marketing agency, untuk mengelola strategi mereka mulai dari campaign, SEO, hingga conversion optimization.
Salah satu agency lokal yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah rankpillar, yang dikenal karena pendekatannya yang terukur, modern, dan sangat ROI-driven.
Setelah cukup lama menjadi client setia, Leonard Hartono, sosok yang dikenal lewat kanal edukasi finansial The Overpost dan bisnis properti SewaKantorCBD, resmi bergabung dengan rankpillar pada pertengahan 2025.
Dari Client Jadi Partner Strategis
Ketertarikan Leon—sapaan akrabnya—kepada rankpillar sebenarnya sudah tumbuh sejak tahun 2022, jauh sebelum agency tersebut sebesar sekarang.
Ia telah merasakan langsung bagaimana rankpillar membawa website bisnisnya menjadi nomor satu, serta meningkatkan Return on Ad Spend (ROAS) secara signifikan.
Baca juga: Gimana Cara Nabung Aset Crypto Pakai Auto Dollar Cost Averaging? Ini Penjelasannya
“rankpillar adalah digital marketing agency terbaik yang gue pernah temuin di Indonesia. Udah mau join dari 2022, waktu mereka masih beta, belum ada KOL.ID atau seedbacklink,” jelas Leon.
Leon menilai bahwa strategi digital rankpillar sudah jauh di depan sejak awal. Ketika banyak agency masih terpaku pada pendekatan konvensional, rankpillar sudah mengoptimalkan kekuatan media sosial dan data analytics.
“Sekarang dibanding jualan di pameran, lebih efektif jualan lewat sosmed, misalnya TikTok seperti yang dilakukan rankpillar,” tambahnya.
Leon mengaku, keputusan bergabung tak hanya didasari oleh manfaat pribadi. Lebih dari itu, ia melihat potensi besar rankpillar untuk membantu lebih banyak perusahaan berkembang lewat strategi digital yang efektif.
Keyakinannya diperkuat oleh pengalaman rankpillar menangani brand besar seperti Traveloka, Blibli, dan Sinarmas. Bagi lulusan UC Berkeley ini, ini bukan sekadar peluang bisnis—tapi misi bersama untuk mendorong digitalisasi UMKM dan korporasi di Indonesia.
“Saya gak ada ekspektasi apa-apa. Tapi tanpa ekspektasi pun sebenarnya sudah balik modal juga. Balik modalnya lewat perusahaan saya yang jadi client rankpillar, yang penjualannya meningkat terus.”
Sosok Pendiri rankpillar Jadi Faktor Kunci
Selain performa rankpillar yang solid, sosok pendiri Agung Dwi Sandi dan Ahmad Desrayen (Ayen) turut memperkuat keputusan Leon. Ia melihat keduanya sebagai tokoh yang sangat visioner, rendah hati, dan berdedikasi.
“Sandi background-nya biasa aja, anak guru dari Sumenep. Ayen gue kenal dari dulu, dan hasil kerja dia luar biasa. Bisa bikin website gue nomor satu.”
Baca juga: Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global
Leon menyebut bahwa perpaduan strategi, integritas, dan semangat dari tim rankpillar menjadikan mereka partner ideal dalam lanskap bisnis yang terus berubah.
Bukan Modal Uang, tapi Value yang Dibawa
Dalam acara tahunan Town Hall rankpillar di Blue Sky Hotel Jakarta Barat, CEO Agung Dwi Sandi menyatakan bahwa alasan menerima Leon bukan soal investasi dana, tapi karena nilai (value) yang ia bawa ke dalam perusahaan.
“Kita terima Leon karena dia bring more value, khususnya di bagian strategi kreatif. Bukan soal jumlah uang. rankpillar sudah sustain, kita cuma cari orang yang bisa nambah value intangible,” jelas Sandi.
Sandi juga menambahkan bahwa keputusan ini melalui proses yang panjang, karena ia ingin memastikan rankpillar siap menyambut kolaborasi yang benar-benar berdampak.
Bergabungnya Leonard Hartono diyakini akan membawa rankpillar naik ke level berikutnya, tidak hanya dari sisi bisnis tapi juga reputasi dan jejaring strategis.
Kombinasi kekuatan digital marketing dan pengalaman Leon di bidang finansial dan properti akan membuka banyak potensi kolaborasi baru.
Leon dan rankpillar kini menjadi salah satu contoh kolaborasi sinergis antara pebisnis dan agency digital, membuktikan bahwa keberhasilan dalam dunia digital bukan hanya soal iklan dan angka, tapi juga tentang visi jangka panjang, tim yang kuat, dan kemampuan untuk terus beradaptasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release