Ilustrasi pameran dagang di Indonesia. (Interzum Jakarta)
INDOZONE.ID - Indonesia semakin menunjukkan posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara. Tak hanya mencatat pertumbuhan ekonomi yang stabil, geliat industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di Tanah Air juga ikut melesat.
Pertumbuhan MICE terjadi karena meningkatnya aktivitas bisnis, perdagangan, hingga kolaborasi internasional. Tak heran setiap tahunnya banyak pameran dagang yang diselenggarakan dan menambah koneksi profesional, visibilitas merek, dan pengetahuan bisnis.
Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan pusat perdagangan regional yang semakin penting, Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan tahunan yang stabil berkisar 5%, dengan adanya dukungan dari keunggulan demografis yang kuat. Di saat yang sama, sektor MICE di Indonesia sedang mengalami momentum yang kuat, dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan mencapai hingga 15% tahun ini.
Sektor MICE menjadi salah satu pendukung penting bagi pelaku bisnis di Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Di 2026 ini, MICE juga terus menunjukkan perkembangan positifnya.
Baca juga: Outlook Ekonomi Indonesia 2026: Investasi Naik, Sektor MICE Menguat
Salah satunya terlihat dari kolaborasi antara Koelnmesse dan AMARA Expo yang memasuki fase baru melalui pendirian PT Nine Koeln Indonesia. Joint venture ini bertujuan untuk mendorong kemajuan industri pameran di Indonesia sekaligus memperluas akses pasar internasional dan memperkuat jejaring bisnis.
Managing Director sekaligus Presiden Regional APAC, Koelnmesse, Mathias Kuepper mengatakan, sinergi ini secara konsisten telah membuahkan hasil yang memuaskan di berbagai kegiatan. Termasuk penyelenggaraan IDEC 2017, Interzum Jakarta 2024, dan juga International Hardware Fair Indonesia 2025.
Kemudian pada 2026, hasil sinergi masih berlanjut lewat penyelenggaraan Interzum Jakarta, International Hardware Fair Indonesia, IFFINA+ powered by IMM Cologne, dan IFMAC WOODMAC yang akan digelar pada September mendatang.
“Sinergi ini sekaligus memperkuat portofolio jangka panjang kami terhadap Indonesia dan memungkinkan kami untuk semakin menghubungkan pasar global dengan pasar Indonesia yang dinamis ini,” kata Mathias di Jakarta, baru-baru ini.
Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin dilirik sebagai pasar strategis, sekaligus pusat pertumbuhan industri pameran di kawasan Asia. Selain itu, dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas relasi bisnis, memperkenalkan produk unggulan, hingga menjangkau pasar global.
Hal senada juga disampaikan oleh Managing Director PT. Nine Koeln Indonesia Etty Anggraeni. Ia menyebut, sinergi ini menandai tonggak penting dalam perjalanannya di dunia MICE.
“Kami mengambil langkah signifikan ke depan dalam menghadirkan platform berkualitas tinggi dan menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku bisnis Indonesia untuk terhubung secara global,” ujar Etty.
Baca juga: Dyandra Promosindo Tampilkan Logo Baru, Simbol Semangat Baru di Industri MICE
Etty menyebut, sejak kolaborasi pertama dalam Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) di 2017, lahir juga pameran dagang dari beragam sektor, mulai dari makanan dan minuman, kedokteran gigi, furnitur, perangkat keras, hingga manufaktur di seluruh kawasan Asia-Pasifik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan