Strategi menentukan waktu Ekspansi Bisnis (freepik)
INDOZONE.ID - Bagi sebagian pelaku bisnis, ekspansi sering dianggap sebagai tanda bahwa usaha sudah berhasil dan siap naik level.
Padahal, jika dilakukan di waktu yang kurang tepat, ekspansi justru bisa membawa risiko besar, mulai dari arus kas terganggu sampai bisnis utama ikut goyah.
Banyak pula para pengusaha yang penjualannya sedang naik, lalu buru-buru membuka cabang atau ekspanasi tanpa mengecek beberapa faktor hingga mengalami kebangkrutan
Nah agar kamu tidak seperti mereka, berikut beberapa strategi menentukan ekspansi binis yang tepat.
Sebelum memutuskan ekspansi, arus kas bisnis perlu dicek secara menyeluruh.
Hal ini dikarenaka bahwa penjualan yang terlihat ramai belum tentu berarti kondisi keuangan benar-benar aman.
Jika cash flow belum stabil, ekspansi justru bisa menjadi beban baru karena ada biaya tambahan untuk operasional, tenaga kerja, hingga pemasaran.
Oleh karena itu, pastikan bisnis masih punya ruang finansial yang cukup agar pertumbuhan tidak malah berubah jadi tekanan.
Ekspansi bisnis sebaiknya dilakukan karena ada permintaan yang nyata, bukan sekadar ingin terlihat lebih besar.
Tanda-tandanya bisa dilihat dari penjualan yang konsisten naik, pelanggan yang loyal, hingga respons pasar yang semakin positif.
Baca juga: Shaker Fries Malaysia Ekspansi ke Indonesia, Tawarkan Peluang Kemitraan
Jika belum ada validasi yang kuat, ekspansi bisa berisiko karena bisnis belum tentu diterima di pasar baru.
Dengan riset pasar yang matang, keputusan untuk berkembang jadi lebih rasional dan tidak hanya mengandalkan feeling.
Bisnis yang ingin ekspansi juga harus punya sistem kerja dan tim yang siap menghadapi skala lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Clockster.com