Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 16:55 WIB

Dari Davos ke Pasar Dunia, Sarinah Dorong Produk Lokal Masuk Ekosistem Global

Author

Paviliun Indonesia di Davos, Swiss (Handout)

INDOZONE.ID - PT Sarinah kembali mengambil peran penting dalam upaya membawa produk lokal Indonesia menembus pasar internasional dengan berpartisipasi dalam Indonesia Pavilion pada World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss. Kegiatan yang digelar pada 19–23 Januari 2026 ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Sarinah dalam memperkuat ekspor nasional. 

Kehadiran Sarinah di Davos tidak terlepas dari rekam jejak perusahaan yang sebelumnya telah menjalankan misi dagang ke sejumlah negara seperti Perth, Osaka, dan Belanda. Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam menyusun pendekatan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan pasar global.

Forum ekonomi dunia dipilih karena mempertemukan pelaku bisnis, investor, dan pengambil kebijakan dari berbagai belahan dunia. Momentum ini dimanfaatkan Sarinah untuk memperkenalkan produk Indonesia yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga siap bersaing secara komersial.

“Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion World Economic Forum 2026 di Davos merupakan refleksi dari strategi kami untuk membawa produk lokal Indonesia masuk ke pasar global dengan pendekatan yang tepat sasaran," ujar Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, mengutip keterangan resminya.

Baca juga: Kemendag Catat Transaksi Harbolnas Capai Rp36 Triliun, Produk Lokal Kontribusi Terbesar

"Tahun 2026 menjadi momentum penguatan ekspor Sarinah, di mana kami memastikan produk yang ditampilkan tidak hanya merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi produk siap bersaing dan relevan dengan kebutuhan buyer internasional,” lanjutnya. 

Dalam pameran tersebut, Sarinah menghadirkan lebih dari 30 merek lokal terkurasi yang dipresentasikan secara eksklusif di Indonesia Pavilion. Kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan tren global, selera buyer internasional, serta peluang komersialisasi jangka panjang.

Seluruh produk yang dibawa telah memenuhi standar ekspor internasional. Mulai dari kualitas bahan baku, desain produk, hingga konsistensi produksi, semuanya disiapkan agar mampu menjawab kebutuhan pasar global yang kompetitif.

Sarinah menerapkan proses kurasi berbasis pemahaman mendalam terhadap perilaku buyer internasional. Pendekatan ini memastikan bahwa produk yang ditampilkan tidak hanya menarik secara visual dan budaya, tetapi juga relevan dari sisi bisnis.

Baca juga: Pemerintah Pertahankan Larangan Thrifting Demi Lindungi Produk Lokal dan Pasar Domestik

Produk yang dipresentasikan mencakup berbagai kategori, seperti wastra premium berupa batik, ulos, dan tenun, serta produk home décor dan aksesori yang memiliki nilai budaya kuat. Ragam produk ini menunjukkan potensi besar industri kreatif Indonesia di pasar global.

Selain itu, Sarinah juga menghadirkan produk food & beverage terkurasi yang merepresentasikan kekayaan rasa Indonesia. Produk F&B tersebut telah disesuaikan dengan standar kualitas internasional sehingga memiliki peluang ekspansi yang lebih luas.

Partisipasi Sarinah di WEF 2026 menjadi bagian dari upaya nasional dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan mendorong produk kreatif Indonesia masuk ke ekosistem perdagangan global yang berkelanjutan. Ke depan, Sarinah akan terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekspor merek lokal agar semakin relevan dan berdaya saing di tingkat internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU